Berita

net

Bisnis

Pemilihan Tertutup, Besar Dugaan Dirut Pertamina Orang Titipan

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 00:41 WIB | LAPORAN:

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, dikabarkan sedang menyelenggarakan tahapan uji kelayakan terhadap para calon Direktur Utama Pertamina.

Uji kelayakan pengganti Karen Agustiawan diberlakukan bagi seluruh Direksi yang ada sekarang dan ditambah enam calon dari eksternal. Menurut informasi di kalangan terbatas, nama-nama dari eksternal yang sedang menjalani fit and proper test oleh PT Daya Dimensi Indonesia adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (mantan Dirut Telkom).

Dari enam nama itu, Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut disokong langsung oleh Rini Soemarno, Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, dan Wapres, Jusuf Kalla.


Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmi Radhy, menilai semua nama yang masuk bursa pengganti Karen Agustiawan tidak pantas.

"Dirut Pertamina harus profesional dan punya kemampuan di sektor energi, saya menilai nama-nama yang beredar itu tidak layak menggantikan Karen," kata Fahmi saat dihubungi wartawan, Senin (10/11).

Kata Fahmi, sejumlah nama yang kuat dicalonkan menjadi Dirut Pertamina tidak memiliki keberanian memberantas mafia migas. Bahkan mereka diduga merupakan bagian dari kelompok mafia itu.

Fahmi juga mewanti-wanti, jangan sampai sejumlah nama yang tidak memiliki kemampuan di bidang energi muncul begitu saja. Hal itu jelas merupakan indikasi titipan meski kemudian dugaan itu susah dibuktikan.

"Indikasi titipan memang sulit dibuktikan. Misalnya, Menteri BUMN akan menunjuk si A, atau misal Ari Soemarno akan diusulkan lagi. Untuk itu perlu diubah cara pemilihan Dirut Pertamina yang selama ini tertutup. Misal dengan menggandeng KPK hingga lembaga independen untuk melacak si calon. Dengan begitu potensi calon titipan bisa dihilangkan, lebih terbuka," saran Fahmi. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya