Berita

Andar Nubowo/net

Nusantara

Koalisi Indonesia Hebat Makin Kerdil Ditinggal PPP

SENIN, 10 NOVEMBER 2014 | 13:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kekuatan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di parlemen dipastikan makin kerdil akibat ditinggal Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"KIH semakin kerdil kekuatan politik kuantitatifnya di parlemen. KIH bisa tidak punya gigi," ungkap pengamat politik Indostrategi Reseach and Consulting Andar Nubowo saat dihubungi, Senin (10/11).

Diketahui, Partai Kabah itu memastikan diri tetap berada di barisan Koalisi Merah Putih (KMP) menyusul putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang menunda SK Menkumham Nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan DPP PPP.


Dengan begitu, menurut Andar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tertarik lagi untuk mendayagunakan KIH dalam bargaining politik di parlemen.

"Jokowi bisa langsung dekati KMP yang mayoritas. KMP oke, Jokowi juga oke. Jadi, deal politik parlemen dan pemerintah ke depan ya antara Jokowi dengan KMP," jelas Andar.

Kepergian PPP membuat dukungan terhadap koalisi yang digawangi PDI Perjuangan itu makin kecil di parlemen. Mengingat, kekuatan kubu rival yakni KMP yang makin besar.

"KIH bisa jadi pesakitan dan hanya bisa gigit jari. Kondisi ini amat buruk bagi KIH yang menjadi pendukung resmi pemerintah," sambungnya.

Perlu dikabarkan, PPP kubu mantan ketua umum Suryadharma Ali menggugat keputusan Menkumham Nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014 tentang pengurusan PPP versi Romahurmuziy atau hasil Muktamar tandingan di Surabaya. PTUN kemudian membatalkan sementara putusan Menkumham.

Putusan PTUN juga menyebutkan bahwa pengurus resmi PPP akan diputuskan setelah elit partai Kabah yang berselisih menggelar islah atau perdamaian. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya