Berita

net

Politik

Pengalihan Subsidi Rawan Korupsi, Mirip BLT-nya SBY

SABTU, 08 NOVEMBER 2014 | 16:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Masyarakat harus hati-hati dengan rencana pengalihan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang "katanya" akan digunakan untuk pembangunan sarana infrastruktur.

Humas Badan Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Tri Sasono, mengatakan, patut diawasi manuver kroni-kroni Joko Widodo-Jusuf Kalla mengendalikan proyek-proyek untuk mengembalikan modal Pilpres dan melakukan korupsi besar besaran .

FSP BUMN Bersatu juga menduga, pemberian kompensasi berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada masyarakat akibat dicabutnya subsidi BBM juga rawan dikorupsi dan hanya untuk kepentingan PDI Perjuangan di tahun 2019.


"Ingat, ini mirip seperti SBY menggelontorkan BLT (bantuan langsung tunai) tahun 2006 dan Partai Demokrat menang telak di Pileg dan Pilpres 2009," kata Tri.

Sementara kepentingan asing untuk ikut mendukung kenaikan harga BBM agar produk-produk yang dihasilkan oleh negara asing bisa terjual habis di Indonesia. Hal ini karena harga produk mereka relatif murah yang diproduksi dengan robot dan mesin berteknologi tinggi, dan sumber daya manusia yang memiliki keahlian tinggi sehingga barang-barang produksi lokal kalah bersaing.

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk menolak rencana kenaikan BBM dengan aksi-aksi masif di seluruh daerah Indonesia, dengan menduduki kantor-kantor pemerintahan dan kantor parpol-parpol pendukung pemerintah.

FSP juga menyerukan buruh menggelar pemogokan dan blokade jalan obyek-obyek vital untuk memaksa Joko Widodo membatalkan rencana kenaikan harga BBM, menangkap Mafia Migas di lingkarannya dan jaringan penyelundup BBM bersubsisdi dengan label pemerintah. [ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya