Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Rachmawati: Pengosongan Kolom Agama Pintu Masuk Ateisme

SABTU, 08 NOVEMBER 2014 | 12:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penolakan masih bergulir terhadap ide Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, yang mengizinkan warga negara mengosongkan sementara kolom agama pada kartu tanda penduduk (KTP) bila agama yang dianutnya belum diakui negara (di luar enam agama resmi).

Tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan, ide itu bertolak belakang dengan sila pertama Pancasila.

"Pancasila sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Bung Karno dalam pidato kenegaraan peringatan Maulid Nabi mengatakan yang intinya 'bahkan Negara saja harus ber-Tuhan'," kata Rachmawati kepada RMOL, Sabtu (8/11).


Menurut dia, bila negara saja harus bertuhan, apalagi manusia yang menempati negara itu.

Ditambahkan Rachma, toleransi pemerintah untuk warganya mengosongkan kolom agama itu adalah dampak dari konstitusi hasil amandemen yang liberal.

"Mengutamakan kebebasan HAM, maka akibatnya kolom agama KTP boleh dikosongkan. Ini dapat berimplikasi paham ateisme (tidak mengakui Tuhan) masuk kembali," ujarnya.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menyatakan penolakan terhadap gagasan itu. Melalui Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU, Andi Najmi Fuaidi, PBNU menganggap kebijakan pengosongan kolom agama di KTP sama artinya Pemerintah mentolerir adanya kelompok masyarakat yang tidak mengenal Tuhan. Kondisi ini dikhawatirkan justru mengakibatkan gejolak sosial di masyarakat.

Sementara itu, Menteri Tjahjo Kumolo sendiri sudah menegaskan bahwa hak untuk mengosongkan kolom agama tidak berlaku bagi warga negara yang agamanya termasuk dalam enam agama yang sudah diakui secara sah sebagai agama negara dan diperingati secara nasional. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya