Berita

Susi Pudjiastuti

Politik

Susi Pudjiastuti: Kami Tidak Ada Target 100 Hari

PNBP Akan Dinaikkan Lima Kali Lipat
JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 17:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan saat ini hanya Rp 250 miliar per tahun. Melihat sangat minimnya penerimaan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, berkomitmen akan menaikkannya 508 persen atau menjadi Rp 1,277 triliun.

Susi pun menyiapkan rencana langkah-langkah cepat untuk merealisasikan komitmen itu. Pertama, moratorium izin baru dan perpanjangan penangkapan ikan, yang telah berlaku sejak Senin 3 November 2014. Kedua, larangan transhipment (pemindahan muatan) perikanan di tengah laut.

Ketiga, penyempurnaan sistem perizinan usaha perikanan tangkap, dari 11 dokumen dari 3 kementerian menjadi ke pelayanan terpadu satu pintu. Keempat, modernisasi sistem data dan informasi perikanan. Lima, penertiban dengan penggunaan vessel monitoring system. Enam, percepatan pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan ketujuh, pembentukan tim kelompok kerja lintas kementerian dan lembaga yang didampingi KPK, BPKP dan ICW.


"Kami tidak ada target 100 hari. Target kami hanya akan sejahterakan nelayan dan hapus kebijakan yang merugikan negara," kata Susi kala bertemu para pimpinan media massa dan wartawan di Ballroom Grand Hyatt Hotel, Jakarta (Jumat siang, 7/11).

Dia juga menegaskan akan meningkatkan transparansi data pemilik dan wilayah operasi kapal penangkap dan pengangkut ikan, data jumlah hasil tangkapan dan data ikan yang diekspor, data ikan yang masuk sebagai bahan baku dan keluar dalam bentuk olahan.

Diyakinkannya bahwa segala kebijakan akan berpihak kepada nelayan skala kecil. Pembenahan perizinan penangkapan ikan di daerah dan optimalisasi penerimaan negara bukan pajak untuk meningkatkan dana bagi hasil bagi pemerintah daerah akan dilakukan dalam waktu cepat.

Dia sendiri mengakui bahwa pekerjaan itu amat berat. Namun Susi mengaku dia mendapat dukungan luar biasa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurutnya sosok luar biasa. Kalau saja bukan Jokowi yang meminta menjadi menteri, dia tak akan melakukannya.

"Kalau bukan Pak Jokowi (yang menugaskan), kami tidak akan mau lakukan tugas ini," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya