Berita

tantowi yahya/net

Politik

Berbeda Garis Politik Bukan Halangan Tantowi Dukung TB Hasanuddin Jadi Kepala BIN

JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 13:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Bersebrangan garis politik bukan berarti menghilangkan rasionalitas dalam menilai seseorang.

Begitu alasan Jurubicara Partai Golkar Tantowi Yahya mendukung Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Menurutnya, selama ada orang yang memenuhi persyaratan, mampu memperlancar tugas pemerintah dan memiliki kedekatan dengan DPR, maka orang itu layak didukung.


"Mempunyai kedekatan dengan DPR juga penting karena pemerintah adalah mitra DPR. Kalau kita punya seseorang yang bisa menjalin kerja sama yang baik dan mengerti keinginan DPR terkait intelijen, saya rasa itu akan sangat bagus," ujar Wakil Ketua Komisi I ini kepada di Komplek Senayan Jakarta, Jumat (7/11).

Lebih lanjut, Tantowi menerangkan bahwa tugas intelijen ke depan akan sangat sulit karena tantangan cyberwar atau perang asimetris, yang melibatkan teknologi.

"Musuh tidak sekonyong-konyong datang dalam bentuk kompi atau batalyon .Musuh itu infiltrasi dalam bentuk paham ideologi dan itu banyak masuk melalui internet, sosmed," terang Tantowi.

Maka dari itu, hematnya, kepala BIN pengganti Marciano Norman harus paham tentang Cyber Intelijen.

"Secara subjektif saya melihat Pak TB memenuhi syarat itu," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya