Berita

presiden joko widodo/net

Politik

Kunjungan Jokowi ke Luar Negeri Akan Telantarkan Empat Masalah Besar

JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 12:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rencana kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah negara asing menuai kritik karena meninggalkan segudang permasalahan di dalam negeri.

Tiga negara yang akan dikunjungi Jokowi adalah Republik Rakyat Tiongkok pada 10-11 November untuk menghadiri KTT APEC, Myanmar pada 12-13 November untuk menghadiri KTT ke-25 ASEAN, dan Australia pada pertengahan bulan ini untuk menghadiri KTT G-20

Menurut Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, ada beberapa hal serius yang seharusnya menjadi perhatian utama Presiden Jokowi sebelum melakukan lawatan.


Pertama, permasalahan tiga "kartu sakti" Jokowi yaitu KIP, KIS, dan KKS yang belum memiliki dasar hukum. Sebagai Presiden, Jokowi tentu paham bila ingin mengeluarkan satu kebijakan harus lebih dulu mempunyai payung hukum, seperti halnya BPJS yang dikeluarkan pada era Pemerintahan Presiden SBY.

Kedua, sumber dana yang dipakai untuk KIS, KIP, dan KKS, yang katanya menggunakan dana CSR. Faktanya, hingga hari ini belum ada penjelasan dari Jokowi maupun menterinya terkait BUMN yang mana saja yang mendanai tiga kartu sakti tersebut. Padahal, pengawasan penggunaan anggaran negara sangatlah penting untuk menghindari kebocoran anggaran yang disalahgunakan dengan dalih untuk rakyat.

Ketiga, rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan ini. Hingga saat ini belum ada kejelasan kapan dan berapa harga besar kenaikan harga BBM. Belum juga ada penjelasan lengkap mengapa harga BBM harus naik sementara harga minyak dunia saat ini malah turun. Ketidakpastian ini menimbulkan spekulasi pasar, yang akibatnya adalah BBM sudah langka di beberapa tempat disertai melejitnya harga bahan-bahan pokok.

Keempat, manuver tokoh-tokoh Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Parlemen yang merupakan kumpulan fraksi pendukung Jokowi-JK. Mereka terkesan haus jabatan membelah DPR dengan membuat "DPR tandingan" beserta alat kelengkapan dewan-nya. Sikap Presiden Jokowi yang seolah lepas tangan, sangat disayangkan. Seharusnya Presiden Jokowi turun tangan, yakinkan para tokoh KIH untuk legowo dan "move on" agar proses check and balance dapat berjalan baik.

"Permasalahan tersebut tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Jokowi harus sadar bahwa sepenting-pentingnya kunjungan luar negeri, tetap lebih penting keadaan di Tanah Air. Pasalnya, jika dibiarkan mengambang seperti ini, Jokowi berkunjung ke luar negeri sama saja dengan melarikan diri dari kenyataan," tegas Jajat. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya