Berita

susi pudjiastuti/net

Menteri Susi Pudjiastuti Ajak Pimpinan Redaksi Berdialog soal Pembangunan Kelautan

JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 10:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setelah dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudijanti, melakukan beberapa gebrakan. Gebrakan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pengusaha maupun publik secara umum.

Menteri Susi misalnya membuka data 4.964 kapal ikan yang mendapat izin dari KKP. Lewat pembukaan data ini maka masyarakat juga bisa mengetahui kapal-kapal ikan yang tidak berizin, yang itu artinya mencuri ikan atau illegal fishing.

Susi juga memberikan user name serta kata sandi sistem data Vessel Monitoring System yang selama ini digunakan KKP kepada TNI Angkatan Laut. VMS merupakan sistem monitoring terhadap sejumlah kapal di atas 30 GT yang melintas di wilayah perairan. Dengan demikian, KKP dan TNI sama-sama bisa memantu kapal-kapal tersebut.


Di saat yang sama, Susi juga menghentikan penerbitan izin kapal tangkap baru selama enam bulan ke depan. Susi ingin mengkaji terlebih dulu pemberian izin, karena selama ini Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor perikanan cuma Rp 300 miliar per tahun. Ia manrgetkan hingga Rp 5 triliun per tahun.

Itulah di antara gebrakan Susi. Susi pun sepertinya memandang penting untuk menyampaikan ide, gagasan, konsep serta rencana-rencana kebijakan kelautan dan perikanan kepada publik.

Siang ini (Jumat, 7/11), bertempat di Ballrom Grand Hyatt Hotel Jakarta Pusat, Susi mengundang sejumlah pimpinan redaksi media dalam pertemuan yang dikemas dalam Chief Ediotors Meeting. Dalam kesempatan ini, Susi akan menyampaikan soal Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Era Kabinet Kerja.

Ini bukan acara monolog. Susi pun akan mengajak pimpinan redaksi tersebut untuk berdialog langsung dan berdiskusi bersama. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya