Berita

Jokowi Harus Segera Mencopot Menteri yang Terindikasi Korup

JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 06:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sementara pihak masih ada yang kecewa dengan beberapa orang yang terindikasi korup, dan ini diperkuat dengan tanda merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun tetap saja dingkat menhadi menteri dalam Kabinet Kerja.

Di antara pihak yang kecewa itu adalah Koalisi Mahasiswa Pemuda Kebangsaan (Kompak). Kompak misalnya kecewa dengan pengangkatan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN. Bagi mereka, di balik wajahnya yang lugu, Rini adalah sosok yang rakus dan tidak berpihak kepada rakyat.

"Ini sangat membahaykan BUMN-BUMN kita. Jangan sampai Rini menjual aset negara untuk kepentingan pribadi dan golongannya. sebaiknya Rini mundur atau Jokowi mengganti dengan figur yang bersih dan berpihak kepada rakyat," kata koordinator Kompak, Haris Pertama, sambil mengatakan Rini juga akan tersandera oleh sejumlah kasus korupsi seperti dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)


Rini juga, lanjut Haris, pernah diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan pernah diperiksa Kejaksaan Tinggi terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset pabrik gula Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Oleh Panitia Kerja (Panja) Komisi I DPR, Rini juga pernah diperiksa terkait proses imbal dagang pesawat jet tempur Sukhoi.

Selain Rini, lanjut Haris, menteri lain yang juga bermasalah adalah Arif Yahya. Menurutnya, Ini adalah pengangkatan menteri paling aneh dan terkesan dipaksakan, berlatar belakang pekerjaan yang lama di dunia telekomunikasi, Arief Yahya malah diangkat menjadi Menteri Pariwisata. Tidak hanya itu, Arief Yahya juga kerap dipanggil Kejaksaan.

"Ada beberapa kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Arief.  Kasus Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) misalnya," jelas Haris, sambil mengatakan dua menteri lain yang juga bermasalah adalah Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

Kamis (6/11), untuk menyampaikan kekecewaan ini, bersama puluhan aktivis Kompak, Haris meminta empat menteri ini segera mengundurkan diri. Haris juga mendesak Jokowi mencopot keempat menteri ini sebelum masalah mereka akhirnya ditangani penegak hukum. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya