Berita

jokowi-jk/net

KENAIKAN HARGA BBM

Seharusnya Jokowi Gusur JK Saja Sekalian...

RABU, 05 NOVEMBER 2014 | 15:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sementara elit PDI Perjuangan terus melancarkan perlawanan menolak rencana pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Mereka pun langsung menunjuk sebagian menteri yang ada dalam Kabinet Kerja sebagai orang-orang yang bermadzhab neoliberal. Kelompok neoliberal ini dinilai bukan saja tunduk pada mekanisme pasar, namun juga sering mengabaikan kepentingan nasional demi kepentingan kelompok bisnisnya atau bahkan kepentingan asing.

Kini, di antara menteri yang disebut bagian dari kelompok neoliberal itu ada tiga orang sebagaimana disampaikan Ketua PDI Perjuangan Effendi Simbolon. Mereka adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.


Seiring dengan rencana menaikkan harga BBM, muncul pandangan agar Jokowi segera mengganti menteri-menteri yang dinilai neolib, termasuk tiga menteri di atas. Namun bagi sebagian orang, pandangan ini sejatinya salah sebab seharusnya Jokowi bukan mengganti para menteri melainkan orang yang menitipkan menteri-menteri itu masuk ke dalam kabinet.

Banyak yang percaya, bahkan Effendi Simbolon sendiri, bahwa ketiga menteri ini merupakan orang-orang Jusuf Kalla. Dengan demikian, Jokowi seharusnya menggusur Jusuf Kalla sekalian saja sebab ketiga menteri itu hanyalah operator pelaksana dari gagasan JK, begitu Jusuf Kalla disapa.

JK, yang sempat menjadi wakil presiden SBY di periode pertama, memang selalu tampil semangat dalam menaikkan harga BBM. Dia selalu mau pasang badan untuk menghadapi pihak-pihak yang menolak kenaikan harga BBM. Tak heran juga kini, masih menurut omongan Effendi, JK terlihat begitu bernafsu dengan rencana ini. Nafsu JK ini pun sudah memicu aksi demontrasi di berbagai tempat.

Disinilah, lagi-lagi, Jokowi dinilai harus semakin menyadari bahwa JK merupakan persoalan atau duri dalam daging yang bisa menurunkan elektabilitasnya di mata publik. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya