Berita

ilustrasi/net

Membaca Sikap Elit PDIP yang Menolak Kenaikan Harga BBM

RABU, 05 NOVEMBER 2014 | 14:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Seiring dengan rencana pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mau menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), sementara politisi PDI Perjuangan tampil ke muka dan dengan tegas menolak rencana ini.

Di antara politisi PDI Perjuangan yang kini sering muncul ke permukaan untuk menolak rencana Jokowi-JK itu adalah Effendi Simbolon dan Rieke Diah Pitaloka. Sementara publik pun bertanya atas sikap sementara elit PDI Perjuangan tersebut.

Sebagian pihak menilai sikap politisi PDI Perjuangan yang tetap menolak rencana itu merupakan bentuk konsistensi atas komitmen ideoligis yang selama ini diperjuangkan PDI Perjuangan. Lebih-lebih selama 10 tahun menjadi oposisi, PDI Perjuangan selalu mengkampanyekan untuk menolak kebijakan yang dinilai tunduk pada kepentingan pasar ini.


Di era pemerintahan SBY-Boediono, Fraksi PDI Perjuangan sampai menerbitkan buku putih untuk menolak kebijakan tersebut. Beberapa politisi PDI Perjuangan pun turun aksi ke jalan bersama mahasiswa dan buruh. Bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan kader untuk solid dan memasang spanduk tolak kenaikan harga BBM

Itu kemungkinan pertama atas sikap mereka. Kemungkinan kedua yang muncul di benak publik adalah sikap mereka ini semata karena bentuk kekecewaan saja kepada Jokowi-JK. Mereka kecewa karena tidak diakomodir dalam kursi kabinet. Lebih-lebih suara-suara lantang menolak kenaikan harga BBM itu keluar dari mulut politisi yang selama ini santer disebut-sebut sebagai calon menteri.

Suara nyaring pasti takkan terdengar bila saja mereka juga menjadi bagian pemerintahan dan tidak dibiarkan tetap berkeliaran di Senayan. Demikian pandangan itu muncul di publik.

Kemungkinan ketiga adalah tak lain dari sekedar permainan belaka yang selalu dipertontonkan kepada publik di atas panggung drama politisi. Artinya, sikap mereka sebenarnya tak sungguh-sungguh menolak, melainkan untuk menggoda dan menggantung perasaan publik.

Di ruang publik itu, rakyat akan menilai PDI Perjuangan tetap konsisten. Namun di belakang layar, di belakang panggung ketika keputusan diambil, entah melalui voting tertutup, aklamasi berbungkus musyawarah, atau keputusan yang diputuskan setengah kamar antar-elit belaka, sebenarnya mereka setuju kenaikan harga BBM.

Tujuan kemungkinan ketiga ini adalah untuk mengelabaui bila ternyata kenaikan BBM ini mendapat penolakan keras dari publik. Alasan menyelamatkan muka partai pun akan segera dimainkan, bahwa PDI Perjuangan selalu berpihak pada rakyat. Mereka sadar, kemungkinan paling panjang pemerintahan Jokowi cuma 10 tahun sementara eksistensi partai harus lebih dari  itu. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya