Berita

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk

Bisnis

PT Antam Bukukan Kerugian Rp 563,9 M

Gara-gara Aturan Larangan Ekspor
RABU, 05 NOVEMBER 2014 | 09:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam membukukan kerugian Rp 563,90 miliar hingga September 2014 dari periode sama tahun sebe­lum­nya untung Rp 347,99 miliar. Pen­jualan juga turun 34 persen dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 5,81 triliun hingga kuartal III 2014.

Sekretaris Perusahaan Antam Tri Hartono mengungkapkan, kerugian ini karena penurunan harga komoditas.

Adanya regulasi pemerintah yang melarang ekspor mineral mentah juga mencekik kinerja Antam sehingga rugi bersih masih terus terjadi,” ujarnya.  


Ia mengungkapkan, terge­rus­nya laba juga disebabkan ka­re­na seretnya penjualan Antam. Emi­ten tambang pelat merah ini hanya membukukan pen­ju­alan bersih Rp 5,8 triliun. Jum­lah itu turun 34 persen year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 8,8 triliun.

Tri menjelaskan, tekanan juga datang dari komponen yang bersifat non operasional seperti penyesuaian nilai in­ves­tasi di PT Nusa Halmahera Minerals. Belum lagi, Antam men­derita kerugian yang ber­asal PT Indo­nesia Chemical Alumina.

Emas masih menjadi kon­tri­butor terbesar penjualan bersih Antam hingga September 2014. Nilainya mencapai Rp 2,79 triiun atau berkontribusi 48 per­sen dari total penjualan bersih Antam,” ungkap Tri.

Namun, lanjut dia, nilai penjualan emas Antam itu turun 26 persen jika dibanding pen­jualan pada kuartal III tahun la­lu. Volume produksi emas An­tam yang berasal dari Pong­kor dan Cibaliung tercatat 1.172 kg atau turun 5 persen diban­dingkan Kuartal III-2013.

Nah, seiring dengan regu­lasi pemerintah yang melarang ekspor bijih mineral pada 12 Januari 2014, pendapatan dari bijih nikel hanya Rp 89 miliar atau melorot hingga 97 persen yoy,” tutur Tri. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya