Berita

jokowi-sby/net

Modus Jokowi Naikkan Harga BBM Sama Saja dengan SBY

RABU, 05 NOVEMBER 2014 | 09:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Argumentasi pemerintahan Joko Widodo dalam hal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sama saja dengan argumentasi yang pernah disampaikan pemerintahan SBY. Sebagaiman SBY, pemerintahan Jokowi juga beralasan subsidi BBM terlalu membebani APBN dan akan mengalihkan alokasi subsidi BBM ke sektor lain seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

"Kami menilai alasan tersebut tidak berdasar dan hanya modus untuk menaikkan harga BBM," kata Ketua Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasionalias Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, kepada RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 5/11).

Sekedar modus ini, jelas Twedy, terlihat misalnya dari argumentasi bahwa subsisdi BBM 2013 dialihkan untuk rakyat miskin berupa beras miskin (Raskin), bantuan siswa miskin (BSM), program keluarga harapa (PKH) dan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Besarnya subsidi yang diusulkan Pemerintah ke DPR dalam RAPBNP 2013 mencapai Rp 66,8 triliun, dengan rincian anggaran Raskin sebesar Rp 21,9 triliun, PKH Rp 3,6 triliun, BSM Rp12 triliun, BLSM Rp11,6 triliun, dan infrastruktur dasar Rp17,7 triliun.


Sementara itu, pinjaman luar negeri program MP3EI, yakni program ketahanan ekonomi, investasi dan bantuan sosial di Indonesia sebesar 2 miliar dolar AS dengan kurs Rp 9170 per doalr AS, sehingga jumlahnya sekitar RP 18,340 triliun. Sedangkan pada APBN 2014 subsidi BBM yang ditanggung mencapai Rp 291,1 triliun, infrastruktur Rp 206 triliun, dan pendidikan Rp131 triliun.

Berdasarkan data dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), jumlah anak Indonesia yang putus sekolah pada tahun 2010 mencapai 160.000 anak, dan meningkat pada tahun 2011 yang mencapai 260.000 anak. Dan angka tersebut semakin meningkat di tahun 2013 yang mencapai angka 1,3 juta anak terancam putus sekolah. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya jumlah anak putus sekolah adalah faktor ekonomi keluarga, mahalnya biaya pendidikan dan lokasi sekolah yang sulit terjangkau.

"Dari gambaran tersebut menunjukkan dana dari pengalihan subsidi BBM tidak jelas," tegas Twedy.

Selanjutnya, Gini Ratio tahun 2012 sebesar 0,41 dan pada tahun 2013 sebesar 0,413. Angka tersebut menunjukkan status quo yang artinya upaya pemerintah untuk mengatasi tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh gagal. Lalu kemana dana PKH dan BLSM mengalir. Gambaran ini juga menunjukkan bahwa dana dari pengalihan subsidi BBM kembali tidak jelas.

"Untuk itu, kami mengingatkan Pemerintahan Jokowi untuk hati-hati mengambil keputusan soal harga BBM. Pemerintahan Jokowi harus jujur kepada masyarakat. Jangan sampai karena masyarakat kekurangan informasi tentang segala hal yang terkait dengan harga BBM, Pemerintah melakukan segala modus untuk menaikkan harga BBM," demikian Twedy. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya