Berita

tantowi yahya/net

Wakil Ketua Komisi I: TB Hasanuddin Paling Memenuhi Syarat Ideal Jadi Kepala BIN

RABU, 05 NOVEMBER 2014 | 06:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Secara ideal, calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) berasal dari institusi yang terbiasa dengan intelijen dan mempunyai kemampuan komunikasi dengan DPR. Dan hal yang tak kalah penting, calon Kepala BIN juga tidak punya masalah dangan hak asasi manusia (HAM).

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR, Tantowi Yahya. Tantowi pun menegaskan bahwa Komisi I DPR, yang membidangi isu komunikasi, informatika, pertahanan, dan luar negeri, bisa saja menolak calon Kepala BIN yang diajukan pemerintahanan Jokowi-JK apabila dianggap tak sesuai dengan espektasi.

"Amanat UU intelijen, DPR memberikan pertimbangan atas usulan Presiden untuk calon Kepala BIN. Komisi I DPR bisa menolak, seperti juga ke calon dubes," kata Tantowi Yahya di Jakarta (Selasa, 4/11).


Di bagian lain, Tantowi mengapresiasi pernyataan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang menyatakan setidaknya ada empat nama calon yang disiapkan untuk calon Kepala BIN. Dari empat nama itu, tiga berlatarbelakang TNI yakni Sutiyoso, mantan Wakil Komisi I TB Hasanuddin, dan mantan Wamenhan di era SBY Sjafrie Sjamsoeddin. Sementara calon dari sipil yaitu As'ad Ali.

"Saya kira TB Hasanuddin yang paling memenuhi persyaratan ideal dimaksud," ujar Tantowi.

Sebelumnya, Pusaka Trisakti, sebuah lembaga think tank pendukung Jokowi-JK, sudah mengingatkan sejak awal agar Presiden benar-benar mempertimbangkan calon Kepala BIN yang sesuai dengan keinginan DPR RI (Baca: Usulan Kepala BIN ke DPR Jangan Bikin Jokowi-JK Rempong)

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya