Berita

meutya hafid/net

Politik

Meutya Hafid Beberkan Tugas Berat Menlu Perempuan Pertama Indonesia

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 14:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Meutya Hafid, mengapresiasi penunjukan Retno Lestari Priansari Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri RI Periode 2014-2019.

"Untuk pertama kalinya menteri luar negeri Indonesia seorang perempuan. Tentunya Menlu baru harus siap mengemban berbagai tugas yang belum selesai di masa Menlu sebelumnya," sebut Meutya usai Sidang Paripurna DPR RI yang mengagendakan Pemilihan Mitra Kerja DPR di gedung DPR RI, Jakarta (Selasa, 4/11).

Menurut mantan wartawati yang pernah disandera di Irak itu, berbagai tugas yang belum selesai yaitu perlindungan Warga Negara Indonesia khususnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI), menjaga kedaulatan termasuk martabat dan wibawa Indonesia terhadap negara luar, dan persiapan ASEAN Community 2015.


"Kemenlu harus menjadikan kedutaan besar sebagai tempat berlindung bagi warga negara Indonesia khususnya TKI. Dalam beberapa kasus, Kedutaan Besar tidak menjadi tempat yang nyaman bagi TKI untuk berlindung," ujar Meutya.

Meutya juga mencermati masalah kedaulatan negara yang terkait martabat dan wibawa Indonesia terhadap negara luar, khususnya negara tetangga. Meutya mencontohkan sikap Indonesia terhadap Malaysia dan Australia.

"Masalah perbatasan dengan Malaysia menjadi poin yang belum selesai pada masa Menlu Marty Natalegawa. Perundingan-perundingan dengan Malaysia belum menemukan kata sepakat. Bahkan pada bulan Mei lalu, Malaysia berani membangun mercusuar di Tanjung Datu di Sambas, Kalimantan Barat atau di berada di landas kontinen Indonesia. Kementerian Luar Negeri harus bersikap tegas terhadap Malaysia dan segera selesaikan masalah titik koordinat perbatasan,” tegasnya.

Selain itu, Meutya yang pada periode ini terpilih sebagai Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menekankan, harus ada ketegasan terhadap hubungan dengan Australia, setelah setahun yang lalu negara itu terbukti melakukan penyadapan dan adanya kebijakan terhadap para pencari suaka (asylum seeker).

"Indonesia tidak boleh menerima jika perairan Indonesia dimasuki kapal-kapal Angkatan Laut Australia dengan alasan mengusir perahu para pencari suaka," tegasnya.

Sedangkan isu regional yang saat ini sedang menghangat yaitu ASEAN Community yang akan dimulai akhir tahun 2014. ASEAN Community dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.

"Meskipun begitu, kondisi tersebut dapat memunculkan exploitation risk. Tantangan lain yaitu risiko ketenagakerjaan bagi Indonesia," tambahnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya