Berita

sudirman said/net

Politik

Jokowi Jangan Diam Saja Ketika Menterinya Sudah Melecehkan Rakyat!

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 11:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Baru menjabat pembantu presiden beberapa hari saja, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, sudah menyakiti rakyat.

Terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sudirman Said mengatakan, kebijakan mencabut subsidi itu harus dilakukan. Selain dalih defisit anggaran, dia juga menilai harga BBM yang murah akan membuat rakyat bermalas-malasan sehingga tidak ada keinginan untuk keluar dari "zona nyaman".

Sudirman dikecam. Perkataannya itu telah menyakiti hati rakyat, dan karena itu Presiden Joko Widodo harus menindak tegas.


Analis politik dari Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) Jakarta, Lukman Hakim S.Sos, M.Si, menuding balik justru Sudirman Said yang malas berpikir untuk mencari cara lain agar harga BBM tidak naik.

"Ini bukti sikap seorang penjabat negara yang selalu menyalahkan dan menindas rakyatnya, seperti zaman kolonial Belanda. Masih ada cara untuk mengatasi defisit keuangan negara tanpa harus menaikkan harga BBM," kata Lukman Hakim, kepada wartawan, Selasa (4/11).

Menurutnya, pernyataan Sudirman Said itu sangat bertolak belakang dengan semangat pemerintahan Jokowi-JK yang berorientasi kerja untuk rakyat. Karena itu, dia meminta kepada Presiden Jokowi untuk menegur, bahkan kalau perlu memecat Sudirman Said agar tidak menjadi beban di kabinetnya.

"Masih banyak yang peduli dengan nasib rakyat. Jokowi jangan ragu-ragu memecat Sudirman Said," tegas dosen ini.

Menurut dia, janji Presiden Jokowi di saat kampanye lalu tentang gerakan revolusi mental tidak akan terwujud selama menteri seperti Sudirman Said masih tetap berada di kabinet .

"Bagaimana mungkin revolusi mental bisa terwujud kalau mesin kerjanya (menteri) saja anti revolusi mental," gugat Lukman. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya