Berita

ilustrasi/net

Kisruh di DPR Pun Akhirnya Ganggu Kinerja DPD

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 07:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dualisme pimpinan yang terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dikhawatirkan akan membuat kerja parlemen pincang dan dipastikan membuat kepercayaan masyarakat terhadap parlemen semakin turun.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris. Fahira pun menilai, kondisi yang terjadi di DPR sekarang ini juga seakan membenarkan anggapan sebagian besar masyarakat bahwa wakil rakyat hanya memikirkan kepentingan golongannya saja, bukan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

"Seharusnya, ditengah kegairahan masyarakat yang tinggi terhadap pemerintahan yang sudah mulai bekerja saat ini, parlemen bisa mengimbangi dengan juga mulai bekerja dan membuat berbagai terobosan. Rakyat milih kita untuk bekerja buat mereka, bukan untuk saling ujuk gigi siapa paling kuat," kata Fahira beberapa saat lalu (Selasa, 4/11).


Menurut senator asal Jakarta ini, saat ini DPD sudah mulai bekerja merumuskan berbagai program terutama terkait legislasi (pengajuan RUU) yang harus segera dibahas bersama DPR agar bisa segera disahkan menjadi undang-undang. Namun, karena kondisi DPR yang tidak kondusif, dipastikan pembahasan RUU inisiatif DPD ini akan terganggu.

Salah satu usul inisiatif dari Komite III DPD adalah RUU Ekonomi kreatif yang sudah mendesak untuk segera dibahas bersama DPR. Pelaku industri kreatif sangat membutuhkan payung hukum, bukan hanya untuk perlindungan karya mereka saja, tetapi juga sebagai dukungan agar ada keberpihakan pemerintah untuk memajukan industri kreatif.

"Namun, kalau kondisi DPR seperti ini, sudah pasti pembahasan RUU ini terganggu dan meleset dari target," ungkap Fahira. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya