Berita

Inilah Perubahan Mitra Kerja Komisi Hasil Rapat Bamus DPR

SENIN, 03 NOVEMBER 2014 | 17:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rapat Badan Musyawarah DPR telah membahas nomenklatur kementerian baru yang diusulkan kabinet Jokowi-JK untuk diselaraskan sebagai mitra kerja komisi DPR.

Rapat yang dipimpin Taufik Kurniawan selama tiga jam itu, membuahkan hasil penyesuaian tujuh kementerian dengan nomenklatur baru dalam komisi DPR.

1. Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, masuk sebagai mitra komisi X DPR yang membidangi pendidikan, olahraga dan sejarah.


2. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi‎, masuk sebagai mitra komisi VII DPR yang membidangi masalah energi dan ristek.

3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, masuk sebagai mitra komisi V DPR yang membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan.

4. Kementerian Pariwisata masuk sebagai mitra ‎komisi X DPR yang membidangi pendidikan, olah raga dan sejarah.

5. Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup masuk dalam komisi IV DPR yang membidangi masalah lingkungan hidup, pertanian, pangan dan maritim.

6. Kementerian Ketenagakerjaan masuk dalam komisi IX yang membidangi masalah kesehatan dan ketenagakerjaan.

7. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi masuk sebagai mitra komisi V yang‎ membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan.

Dalam perdebatan, ada dua komisi yang menuai diskusi panjang. Pertama mengenai Kementerian Ristek dan Pendidikan yang diwacanakan akan digabung ke komisi X yang membidangi pendidikan atau komisi VII yang membidangi Ristek.

"Kalau di komisi X, maka semua badan riset harus dipindah semua sementara kantor kemenristek membawa itu. Problemnya kalau kita pindah ke komisi X badannya nggak pindah," kata Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah saat memimpin rapat.

Namun disepakati Kemenristek terpisah di komisi VII.

Kedua adalah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi masuk sebagai mitra komisi V yang‎ membidangi masalah infrastruktur‎ atau komisi II bidang dalam negeri. Namun disepakati di komisi V.

Pengesahan mitra kerja komisi itu akan ditetapkan dalam rapat paripurna DPR yang akan digelar Selasa (4/11) besok.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya