Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Asap Pekat Masih Mengepung Sumsel dan Kalimantan

SENIN, 03 NOVEMBER 2014 | 14:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sebaran asap yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) menyebar ke Palembang, sebagian wilayah Sumsel lainnya dan Jambi.

Selama Oktober 2014, jumlah hotspot di Sumsel sebanyak 3.282, dimana 2.420 atau 74 persennya berasal dari OKI. Sementara itu, dalam pantauan satelit Modis pada hari ini pukul 05.00 WIB, hotspot  (titik api) di Kalimantan Tengah berjumlah 125, Sumsel 37, Kalimantan Selatan 29 dan Kalimantan Timur 20.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, kebakaran hutan dan lahan yang  terus berulang setiap tahun tampaknya tidak menjadi pembelajaran untuk mencegah secara tuntas. Nyatanya hotspot dan asap masih berlangsung setiap tahun.


Sedangkan Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah meminta penanganan bencana asap terus dilakukan hingga padam.

"Yang akan datang diarahkan kepada Satgas Darat dan Satgas Penegakan Hukum adalah untuk pencegahan. Tanpa pencegahan, akan sia-sia upaya pemadaman dari udara," ujar Syamsul, seperti dalam rilis yang dikirimkan Sutopo.

Menurut BMKG, pertengahan November ini curah hujan masih terbatas dan pembakaran akan marak lagi. Karena itu upaya yang harus dilakukan adalah pencegahan. Aparat di tingkat RT, RW, kelurahan/desa, kecamatan hingga kabupaten/kota  harus bertindak sejak dini di wilayah masing-masing melakukan pencegahan. Pemerintah pusat tetap hadir membantu Pemda.

"Jadi titik beratnya di pencegahan dan ini tugas pemda hingga level terdepan.  Jangan dialihkan ke pemadaman yang lebih ke tanggung jawab pemerintah pusat," tegas Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul Maarif mengatakan, keberhasilan dan kegagalan penanggulangan bencana asap tergantung pada pencegahan. Saat ini diharapkan satgas-satgas di daerah melakukan usaha bersama ke lapangan untuk mencegah pembakaran. Dan perlu juga melibatkan TNI, Polri dan penegak hukum lainnya.

"BNPB masih mengerahkan helikopter, pesawat dan modifikasi cuaca untuk memadamkan api. Lebih dari Rp 330 milyar digunakan untuk itu," jelas Sutopo menambahkan. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya