Berita

net

Politik

KENAIKAN HARGA BBM

Kisruh DPR Bikinan Pendukung Jokowi untuk Muluskan Kenaikan Harga BBM

SENIN, 03 NOVEMBER 2014 | 12:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Masyarakat perlu tahu apa sebenarnya motivasi koalisi pendukung Presiden Joko Widodo atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPR melahirkan "DPR tandingan" yang jelas-jelas tidak mempunyai dasar hukum.

Dan jika gerakan inkonstitusional itu terus didiamkan tanpa diberikan sanksi yang jelas, maka kinerja DPR yang sah sesuai konstitusi dan telah disumpah oleh Mahkamah Agung akan terganggu.

"Bagaimana mungkin proses check and balance antara pemerintah dan DPR bisa berjalan beriringan jika seluruh anggota DPR masih mementingkan urusan kelompoknya masing-masing," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Senin (3/11).


Ia mencurigai, motivasi KIH membuat "DPR tandingan" hanya upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Atau, jangan-jangan, kisruh DPR memang sengaja dibuat oleh koalisi pendukung Jokowi untuk mengalihkan isu besar seperti rencana kenaikan harga BBM," tutur Jajat.

Menurut Jajat, DPR tandingan yang dibikin KIH telah sukses membuat citra DPR semakin bobrok di mata masyarakat. Alasannya, DPR cuma meributkan kepentingan kelompoknya masing-masing setelah dilantik pada Oktober lalu. Ini merupakan penghianatan nyata kepada rakyat yang telah mendukungnya.

"Sudah jelas tidak ada celah yang kuat bagi KIH untuk mencapai angan-angannya menjadi penguasa di parlemen, namun tetap dipaksakan. Yang menarik dalam hal ini sebetulnya siapa yang harusnya direvolusi mentalnya. Anggota Koalisi Merah Putih yang sudah sah secara aturan yang berlaku atau anggota KIH yang terus bermimpi ingin merebut kekuasaan yang sudah sah," tutup Jajat. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya