Berita

sudirman said

Bisnis

Sudirman Said Ditegur Agar Tidak Menjebak Jokowi dalam Lingkaran Setan

SENIN, 03 NOVEMBER 2014 | 12:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, sebagai pembantu presiden semestinya memberikan beberapa pilihan kebijakan selain kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bukannya malah menjebak dalam satu solusi seolah tak ada solusi lain yang lebih manusiawi, akuntabel dan konstitusional.

Ahli Ekonomi-Politik dari Universitas Muhamaddiyah Purwokerto (UMP) dan Team Assisstensi Kedaulatan Ekonomi Rakyat (TAKER), Yudhie Haryono, menyerukan agar Sudirman memanggil dan mendengarkan para pakar yang mengerti konstitusi dan ekonomi, lalu membuat beberapa opsi.

"Jangan jebak presiden dalam lingkaran setan yang juga menyesatkan rakyat. Anda menteri pembantu presiden, janganlah tunduk pada bos lain. Bos Anda presiden, maka berilah pilihan-pilihan rasional dalam kebijakan yang patuh pada konstitusi. Jika sebagai pembantu presiden Anda tak taat konstitusi, sebaiknya mundur sebelum dimundurkan rakyat," serunya kepada Sudirman, dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (3/11).


Menurut Yudhie, banyak manusia Pancasilais yang layak menggantikan Sudirman yang dianggap tidak mengerti konstitusi dan lebih taat kepada pasar.

"Ada saudara Hendri Saparini atau Erani Yustika yang lebih Pancasilais dibanding Anda. Maka selayaknya Anda tahu diri dan berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata," tegasnya.  

Di berita sebelumnya, Yudhie Haryono mengkritik Sudirman Said sebagai menteri yang sangat anti konstitusi. Tudingan itu terkait pernyataan Sudirman yang mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan menyejahterakan rakyat. Sementara, subsidi BBM menyebabkan kemalasan rakyat. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya