Berita

widyo pramono/net

Hukum

Pekerja BUMN Beberkan Catatan Buruk Calon Jaksa Agung

SABTU, 01 NOVEMBER 2014 | 08:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jaksa Agung yang akan diangkat oleh Presiden Joko Widodo harus sosok yang bersih dari mafia kasus korupsi. Kriteria itu tidak dipenuhi oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Widyo Pramono, yang dibakarkan menjadi salah satu calon kuat.

"Dari informasi yang kami kumpulkan, bahwa selama Widyo Pramono menjabat sebagai Jampidsus ada tiga kasus korupsi besar di BUMN yang di-SP3-kan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan ) dan penyidikan kasus yang tidak optimal yang akhirnya tidak mengarah pada aktor utama yang harusnya dijadikan tersangka dalam kasus korupsi di tiga BUMN yang telah merugikan negara ratusan miliar," ungkap Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga  Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Tri Sasono, dalam pernyataan persnya, Sabtu (1/11).

Tiga BUMN yang tersandung korupsi tersebut adalah PLN, Indosat M3 dan PT KAI. Adapun seperti kasus dugaan korupsi pembelian lahan batubara diduga "bodong" yang berlokasi di Jambi, Sorong, dan Kalimantan Timur yang merugikan negara hampir Rp 1 triliun pada tahun 2013 malah dihentikan.


Ia menambahkan, penyidikan kasus korupsi Pembangkit PLN di Belawan  juga tidak optimal sehingga aktor utama pengambil keputusan yang menyebabkan kerugian negara tidak dijadikan tersangka, melainkan hanya sampai tingkat GM dan Manajer. Padahal ada total transaksi di atas Rp500 miliar.

Begitu juga kasus dugaan korupsi berupa pengalihan lahan milik PT KAI di Medan dan Semarang. Penyidikan atas pihak Swasta yang mengambil alih lahan milik PT KAI yang merugikan negara triiunan rupiah juga terkesan macet.

Agar BUMN tidak merugi akibat korupsi, maka Jokowi harus memilih Jaksa Agung yang bersih. Bukan seperti Widyo Pramono yang kurang baik kinerjanya dalam pemberantasan korupsi di BUMN.

"FSP BUMN Bersatu mendesak agar Jokowi tidak memilih Widyo Pramono sebagai Jaksa Agung. Jika dipilih publik akan menilai sebagai balas jasa Jokowi yang tidak disidik dalam kasus dugaan korupsi pengadaan armada Busway," serunya.

Perlu diketahui bahwa Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu sedang menangani dugaan korupsi dalam pengadaan bus transjakarta. Pengadaan itu dilakukan dalam masa kepemimpinan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya