Berita

lalu mara/net

Lalu Mara: Berlebihan Bila Disebutkan Ada Ancaman Jelang Munas Golkar

JUMAT, 31 OKTOBER 2014 | 11:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bisa dikatakan, di era demokrasi yang semakin kuat dan informasi yang kian terbuka ini, mustahil ada ancaman dan tekanan kepada DPD I dan DPD II Golkar terkait dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.

Lebih-lebih, banyak ketua atau pengurus DPD Golkar itu merupakan tokoh di daerahnya, seperti menjadi bupati, walikota dan gubernur.

"Jadi apa yang disampaikan Pak Agung ada ancaman dan tekanan kepada DPD I dan DPD II itu berlebihan juga," kata Wasekjen GPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 31/10).


Lalu Mara sendiri sangat gembira karena banyak tokoh yang mau maju sebagai ketua umum dalam Munas mendatang. Ia berharap, mereka semua yang maju itu bisa berkompetisi dengan baik, dan sebaiknya menggunakan kompetisi ini menjadi bagian untuk mempromosikan diri.

"Kan Ketum itu hanya satu, jadi nanti banyak juga yang gak jadi. Sebelum itu, kan lebih baik prosesnya dijadikan sebagai promosi visi dan misinya," ungkap Lalu Mara, yang juga Jurubicara Aburizal Bakrie.

"Ketimbang bicara hal-hal  yang tidak benar, mendiskreditkan pihak lain, kan lebih baik menyampaikan program-programnya kepada publik melalui media," sambung Lalu Mara menyarankan

Terakit dengan keputusan waktu dan tempat Munas. Lalu Mara kembali mengingatkan bahwa itu diputuskan melalui forum Rapimnas. Sementara jadwal Rapimnas akan dibahas dulu dalam Rapat Pleno Partai.

"Pak Agung, Pak Priyo, Mas Hajri, Pak Mekeng, Pak Erlangga kan pengurus harian, silakan disampaikan saja di forum Rapat Pleno," demikian Lalu Mara. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya