Berita

Susi Pudjiastuti

Wawancara

WAWANCARA

Susi Pudjiastuti: Jangan Ganggu Lagi, Nanti Saya Dibilang Ingin Menjadi Selebritis

KAMIS, 30 OKTOBER 2014 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merasa tidak nyaman dengan pemberitaan yang terkesan menyudutkannya selama beberapa hari ini. Terutama terkait pribadinya. Padahal, dia diminta masuk ke kabinet Presiden Jokowi untuk membenahi sektor perikanan.

“Saya sedikit marah karena mengganggu konsentrasi, kata­nya saya disuruh kerja tetapi me­dia nakal-nakal kasih komentar yang jelek-jelek. Sedikit tidak fair,” cetus Susi kepada Rakyat Merdeka seusai sertijab di Ge­dung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, kemarin.

Untuk diketahui, semenjak ma­suk di Kabinet Kerja Jokowi, Susi dikenal fenomenal. Kendati be­gitu, perempuan kelahiran Pa­ngandaran, 15 Januari 1965 ini ti­dak gentar dengan komentar mi­ring tentang pribadinya. Dia ber­janji, masalah tato, rokok hingga urusan tidak lulus SMA tidak akan menghambatnya untuk bekerja.


“Saya akan menunjukkan saya punya tanggung jawab, itu yang saya lakukan meski tidak berpen­didikan sebagaimana mayoritas menteri Jokowi lainnya yang ber­titel profesor,” tegas Susi.

Berikut kutipan selengkapnya:

Perasaan Anda menjadi men­teri fenomenal di Kabinet Ker­ja Jokowi?
Saya sedikit berbeda dengan Pak Cicip, menteri sebelumnya. Saya belajar dari daerah. Ada di luaran sana yang mengatakan ke­pada saya, ada hal-hal yang tidak layak ibu menteri lakukan. Bu menteri tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Lah, saya pikir itu te­guran bukan ke saya, karena nama saya bukan Bu Menteri tapi Bu Susi, he..he..he.

Soal berita yang menyatakan perokok, bertato dan tidak lulus SMA, komentar Anda gimana?
Saya mau kerja, enough (cu­kup-red). Mohon kepada media ya, kadang-kadang saya agak ke­sel juga, kalau mereka sudah ta­nyanya banyak menyangkut ma­salah pribadi saya. Jadi stop ja­ngan tanya itu. Saya lebih ingin kerja. Kata Pak Presiden ini Kabi­net Kerja. Jangan ganggu saya lagi, saya mau kerja. Ini  sesi wa­wancara terakhir ya.

Kenapa Anda bilang seperti itu?
Kalau nggak bilang gitu nanti saya ini mau jadi selebritis atau mau jadi Menteri KKP,  sementara Anda nanya terus masalah itu.

Kalau boleh tahu, bagaima­na Anda sampai bisa menerima tawaran Jokowi menjadi men­teri di kabinet?
Insya Allah ini adalah keper­cayaan dari Presiden kepada sa­ya. Saya ambil pekerjaan ini bu­kan untuk menjadikan diri saya menjadi kaya. Bukan untuk menj­adi hebat, tapi saya terima pe­ker­jaan ini karena saya berpikir saya juga mempunyai pengala­man 33 tahun di perikanan dan 10 tahun di bidang penerbangan. Mudah-mudahan bisa membantu Indone­sia bisa menjadi lebih baik. Men­jadi tuan rumah di ne­geri sendiri. Saya siap untuk mengembangkan sektor kelautan Indonesia. Sektor ini bisa men­jadi sumber ekonomi yang besar bagi Indonesia.

Apa program andalan dalam 100 hari ke depan?
Untuk program 100 hari ke de­pan ini saya akan meneruskan sa­ja, sambil menganalisa apa yang kira-kira bisa di perdalam di dua bu­lan ke depan ini. Semua pro­gram yang ada sudah baik tapi se­ka­rang kita harus masukan ko­mersialisasi dari semua pro­gram kita yang kita lakukan un­tuk me­ningkatkan kesejahteraan nelayan.

Rencana jangka pendek An­da membangun sektor ke­lau­­tan di Indonesia?
Untuk program jangka pendek, saya akan fokus menyelesaikan masalah nelayan pesisir. Saya ingin ada semacam program ban­tuan secara menyeluruh, terutama membuka akses permodalan dan wilayah tangkap bagi nelayan pesisir di dalam negeri.

Kalau jangka panjang?
Sedangkan untuk jangka pan­jang, saya bakal mengubah pola pikir nelayan agar lebih mengerti bisnis. Dari pola pikir itu, saya op­timistis nasib nelayan Indonesia yang dekat dengan kemiskinan secara bertahap akan berubah.

Ada nggak program lainnya yang ingin dicapai?
Pokoknya semua program yang ada kita jalan bersama untuk mem­buat satu kebijakan jangka pan­jang. Saya juga ingin menyi­kat para pencuri ikan di laut Indonesia.

Bagaimana me­nga­­ta­si para pencuri ikan?
Tentang illegal fishing (pen­curian ikan),  saya berjanji akan menuntaskan prak­tik pencurian ikan ini di beberapa wilayah pe­rairan laut Indonesia. Saya akan mendata kapal-kapal pe­nangkap ikan, kemudian men­data perusa­haan mana saja yang kerap mela­kukan illegal fishing di perairan Indo­nesia. Diduga, praktik ini dila­kukan oleh peru­sahaan-perusa­haa­n besar.

Anda akan mengembangkan dae­rah yang jadi lumbung ikan na­sional?
Kita akan panggil semua ke­pala dinas dari daerah. Untuk tanya jawab seputar potensi ikan itu. Karena saya tidak mungkin mengetahui potensi ikan di suatu daerah dibanding orang sana. Saya senang mendapatkan masu­kan dari yang mengerti, itu yang paling penting. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya