Berita

RITA WIDYASARI/NET

SUMPAH PEMUDA

Forum Pemuda Pelopor Nasional Bikin Gerakan Mendongeng untuk Perbaiki Karakter Bangsa

SELASA, 28 OKTOBER 2014 | 15:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk mengembalikan karakter anak bangsa yang mulai hilang. Saat ini, sebagian anak bangsa seolah-olah telah kehilangan karakter. Berbagai perilaku amoral, tindakan anarkis dan perilaku koruptif menjadi tontonan menarik diberbagai media.

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Pemuda Pelopor Nasional, Rita Widyasari. Rita pun menilai hadirnya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang membawa konsep Revolusi Mental seharusnya menjadi tonggak untuk mengembalikan jati diri bangsa yang mulai rapuh karena berbagai perilaku amoral.

Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan hanya diperingati sebagai kegiatan seremonial rutin tahunan, namun seharusnya menjadi ajang mengevaluasi dan membangkitkan semangat pemuda untuk berinovasi, berkreasi dalam memajukan bangsa. Dan agar Peringatan Sumpah Pemuda senantiasa menjadi tauladan pagi insan muda, Forum Pemuda Pelopor Nasional mengusulkan agar pada tahun-tahun mendatang puncak peringatan kegiatan ini bisa dihadiri Presiden Joko Widodo, seperti layaknya memperingati Hari Proklamasi.


"Usulan ini cukuplah beralasan, karena kebangkitan bangsa ini diawali dengan bangkitnya pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman," kata perempuan yang juga menjabat Bupati Kutai Kertanegara ini dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 28/10).

Bagi Rita, untuk menumbuhkan karakter, sudah seharusnya bangsa ini sadar dan kembali meningkatkan pentingnya mengajarkan sejarah bangsa bagi para pelajar. Sebab, sejarah dan kebudayaan bangsa itu sangat penting. Dia memberikan contoh negara-negara maju seperti Jepang dan Korea yang sangat menjunjung tinggi budaya dan sejarah bangsanya.

Sebagai komitmen mengembalikan karakter anak bangsa, Forum Pemuda Pelopor Nasional kini tengah menginisiasi dan mengkampanyekan Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng. Dongeng merupakan sarana untuk menanamkan budi pekerti dan pendidikan karakter.

"Kita ingin semua pihak mendukung Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng ini. Mulai dari pejabat di daerah hingga di pusat. Upaya ini juga sebagai cara memperbaiki karakter anak bangsa," ungkap perempuan yang meraih gelar doctor atau S3 dari Universitas Utara Malaysia pada September lalu. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya