Berita

khofifah indar parawansa

Politik

Khofifah: Saya Akan Bekerja Secara Tim

SELASA, 28 OKTOBER 2014 | 13:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Saat ini, Indonesia menghadapi permasalahan sosial yang serius sehingga butuh penanganan yang fokus dan terencana dengan baik dalam lima tahun ke depan. Masalah sosial tersebut adalah keterlantaran, ketunaan, kecacatan, kebencanaan, korban tindak kekerasan dan keterpencilan.

"Insya Allah saya akan bekerja secara tim dan menggabungkan pengalaman yang dimiliki (untuk mengatasinya)," kata Menteri Sosial yang baru, Khofifah Indar Parawansa, saat serah terima jabatan (Sertijab) di kantor Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta, Selasa (28/10).

Tokoh perempuan Nahdlatul Ulama itu mengatakan, selama lima tahun ke depan Kemensos akan mendorong daerah pro aktif mengatasi masalah sosial di daerahnya. Penanganan tersebut bukan sekadar belas kasihan, maka itu memerlukan strategi karena menyangkut kemaslahatan bangsa.


"Harus diakui perkembangan zaman telah menyisakan berbagai masalah sosial baru, seperti konflik sosial, ketimpangan, kemiskinan baru dan keterbelakangan," ujarnya seperti tertulis dalam rilis Kemensos.

Salah satu yang mesti segera dilakukan adalah membangun Sistem Kesejahteraan Sosial Nasional (SKSN). Hal ini penting sebab inilah satu dari tiga indikator kesejahteraan dan kejayaan suatu bangsa selain pendidikan dan kesehatan. Kemensos akan fokus dalam penjangkauan dengan menerjunkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam penanganan yang sifatnya kedaruratan dan perlu penanganan segera.

Menurut dia upaya yang telah dilakukan selama ini telah berhasil menurunkan permasalahan sosial seperti anak jalanan, pemenuhan akses bagi penyandang disabilitas, pemenuhan rumah layak huni bagi warga miskin, penyelesaian tuna sosial dengan penutupan beberapa lokalisasi prostitusi.

"Keberhasilan itu patut diapresiasi, dipertahankan, serta ditingkatkan di masa mendatang. Kemensos sesuai amanat konsitusi sebagai leading sector dalam upaya meningkatan kesejahteraan sosial,” tandasnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya