Berita

ASEAN Eco­nomic Com­munity (AEC)

Bisnis

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, Buruh Indonesia Masih Letoy

SELASA, 28 OKTOBER 2014 | 09:01 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah diminta un­tuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk meng­hadapi ASEAN Eco­nomic Com­munity (AEC) pada tahun depan.

“Kalau dibilang persiapan, sebetulnya sudah telat. Tapi kemungkinan masih bisa di­mak­simalkan,” ujar pengamat ekonomi Sri Adiningsih di Jakarta, kemarin.

Menurut Sri, daya saing sum­ber daya manusia (SDM) Indonesia masih kalah diban­dingkan negara tetangganya. Dia bilang, 50 persen pekerja di Indonesia hanya lulusan Se­kolah Dasar, 90 persen pekerja tidak pernah ikut pelatihan.


“Bahkan berdasarkan, data dari Human Development In­dex (HDI) kita kalah dari Ma­laysia, Singapura bahkan dari Filipina. Sudah pasti pe­kerja pekerja asing ini akan mem­banjiri Indonesia,” katanya.

Karena itu, kata dia, pe­me­rintah harus memberikan pe­latihan dan sertifikasi para pe­kerja di dalam negeri. Saat ini pe­merintah terlalu terlena de­ngan terus mene­rus me­ngi­rim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke berbagai negara tanpa dibe­kali dengan kemampuan. “Dan yang lebih aneh lagi pemerintah bangga  dengan itu,” papar Sri.

Pada 2015 nanti, kata dia, ribuan tenaga kerja dari Fili­pina akan masuk dan me­nyerbu pasar kerja di tanah air khususnya untuk level tenaga kerja di kelas menengah. Ini yang harus diwaspadai. Kon­disi tersebut, sudah terjadi di Singapura dan Dubai.

Di kedua negara tersebut, tenaga kerja asal Filipina, telah mendominasi dunia kerja kelas menengah. Bahkan mereka sudah banyak yang mulai be­kerja di Australia. Apalagi biaya upahnya pun relatif lebih murah.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Eddy Kuntadi mengingatkan, pentingnya peningkatan daya saing untuk produk-produk Indonesia dalam menghadapi pasar bebas ASEAN.

 â€œUntuk AEC yang paling penting itu bagaimana kita meningkatkan daya saing, karena persoalan besar yang kita hadapi adalah daya saing masih lemah,” katanya.

Eddy mengatakan, peran dunia swasta dan pemerintah sangat penting untuk mening­katkan daya saing Indonesia, karena keduanya sangat ber­kaitan agar swasta lebih efektif untuk meningkatkan kinerja.

“Peran swasta adalah untuk mengefektifkan daya saing agar kuat, namun itu harus didukung oleh pemerintah, jika tidak di­dukung maka sulit,” katanya.

Selain itu, lanjut Eddy, salah satu kelemahan lainnya adalah kurangnya sosialisasi untuk AEC yang akan mulai diber­lakukan pada akhir 2015 nanti, dimana Malaysia sudah me­lakukan sosialisasi sampai pada dunia pendidikan.

Direktur Jenderal Stan­da­risasi dan Perlindungan Kon­sumen Kemendag Widodo mengaku, pihaknya terus men­dorong peningkatan kualitas produk. Sehingga, klaimnya, Indonesia bisa lebih kuat da­lam menghadapi MEA 2015.

Pemerintah, kata dia, telah menerbitkan Instruksi Pre­siden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Peme­rintah. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya