Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Dikasih Waktu Enam Bulan untuk Merombak "Kabinet Kompromi"

SENIN, 27 OKTOBER 2014 | 14:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

"Kabinet Kerja" Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah terbentuk dan dilantik. Nyatanya, komposisi 16 menteri partai dan 18 menteri profesional (pebisnis) tak juga memuaskan semua pihak.

Pengumuman nama-nama menteri, terutama untuk kementerian koordinator dan sektor perekonomian, disambut dingin oleh pasar. Setelah kabinet diumumkan kemarin, rupiah hanya menguat sedikit sementara IHSG turun tajam.

Ketidakpuasan juga terasa di tengah kelompok relawan pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tersiar kabar bahwa sebuah rapat tertutup dilakukan sekelompok relawan inti kemarin malam, setelah nama-nama menteri diumumkan di halaman Istana Merdeka. Kesimpulan mereka mendorong adanya perubahan susunan alias reshuffle dalam waktu dekat.


Relawan pemenangan Jokowi yang sebagian besar diisi tokoh aktivis menganalisa, penamaan kabinet dengan "kabinet kerja" bukan "kabinet Trisakti" adalah bentuk komporomi terhadap konsep Trisakti Bung Karno yang sebelumnya digembar-gemborkan oleh Presiden Jokowi sendiri. Selain kompromi, juga kental nuansa Korupsi Kolusi dan Nepotisme di sana karena diduga kuat meloloskan nama-nama yang ditandai "merah/kuning" oleh KPK dan PPATK. Kabinet ini juga terindikasi sarat kepentingan mafia.

Kalangan relawan beranggapan struktur "Kabinet Kompromi" terbagi tiga. Struktur pertama adalah kaum neoliberalisme perwakilan kekuatan lama (SBY dan Kuntoro Mangkusubroto), representasi mereka antara lain Anies Baswedan (Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah) dan Sudirman Said (Menteri ESDM). Kedua adalah kekuatan mafia yang diwakili sosok Rino Soemarno (Menteri BUMN) dan Arief Yahya (Menteri Pariwisata). Ketiga, diisi perwakilan kepentingan politik-bisnis Wakil Presiden Jusuf Kalla. Untuk yang disebut terakhir ini relawan meyakini Sofyan Djalil (Menko Perekonomian) sebagai tokohnya.

Memang tidak bisa disangkal bahwa ada beberapa menteri yang dianggap "right person on the right place". Tetapi jumlahnya tak sebanding dengan yang "the right person on the wrong place" dan "the wrong person on the wrong place".

Karena itu, dalam informasi yang didapatkan redaksi, internal relawan Jokowi-JK non-parpol sepakat bahwa kabinet harus di-retool dalam waktu tiga sampai enam bulan mendatang.  

Cara relawan untuk mencapai target itu bisa dengan berbagai cara. Antara lain, menugaskan beberapa "utusan khusus" untuk berkomunikasi dengan Jokowi dan meyakinkan sang presiden bahwa kekuatan neolib di kabinetnya akan menghambat terwujudnya Trisakti sebagai landasan ideologis sembilan program prioritas pemerintahan.

Selain itu, relawan akan lebih menggiatkan aksi penekanan ke institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyingkirkan para menteri yang tercatat pernah bermasalah dengan korupsi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya