Berita

ilustrasi

Bisnis

Pindad Siap Pamer Panser Amphibi & Anoa Canon

SENIN, 27 OKTOBER 2014 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pindad (Persero) berhasil melahirkan purwarupa atau prototype panser generasi ter­baru dari hasil pengem­bangan Anoa 6X6. Perusahaan itu beren­cana meluncurkan panser amphibi untuk pasukan kava­leri dan infanteri awal Novem­ber 2014.

Kelebihan panser ini, selain bisa beroperasi di darat juga bisa berjalan di atas air. Produk ini sebagai panser amphibi pertama buatan dalam negeri, khususnya di pabrik Pindad di Bandung, Jawa Barat.

“Amphibi jelas kemampuan masih speed 1-2 gelombang laut. Artinya, baru cocok untuk kavaleri dan infanteri di daerah perbatasan yang ada sungai­nya,” kata Direktur Produk Manu­faktur Pindad Tri Hardjono.


Tri menjelaskan, panser Anoa versi amphibi dikem­bang­­kan melalui kerja sama de­ngan Italia. Panser varian baru ini mampu membawa 10 per­sonel dan 2 pengemudi.

Selain versi amphibi, Pindad akan meluncurkan panser Anoa versi canon, yaitu panser Anoa dilengkapi oleh senjata canon 90 mm (milimeter). Teknologi Anoa canon ini mengadopsi teknologi panser Tarantula buatan Korea Selatan (Korsel), sedangkan teknologi persen­jataan atau canon menggan­deng Belgia.

Anoa versi canon mampu membawa 3 orang personil. Kemampuan manuver atau gerakan Anoa versi terbaru lebih gesit daripada versi lama.

Rencananya, Anoa versi canon dan amphibi dipamerkan ke publik 5-9 November 2014 saat pagelaran Indo Defence 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Kepala Humas Pindad Sena Maulana menambahkan, renca­na­nya panser varian terbaru tersebut akan diberi nama oleh Presiden Jokowi.

Ia mengungkapkan, harga per unit panser tipe canon ren­cananya dipatok Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar per unit. Sedangkan varian amphibi dijual lebih murah.  ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya