Berita

Politik

Kabinet Impian atau Kabinet "Odong-Odong"?

MINGGU, 26 OKTOBER 2014 | 14:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pengumuman arsitektur kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla rencananya akan dilakukan sore nanti di Istana Merdeka Jakarta.

Sejumlah nama yang mendapat "resistensi" publik terus masuk dalam daftar, bahkan pelabelan "merah" atau "kuning" yang dilakukan KPK dan PPATK tidak digubris oleh Jokowi-JK.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi mengakui banyak kekecewaan yang dilontarkan masyarakat terhadap proses akhir rekrutmen kabinet Jokowi.


"Kalau mau tegas dari awal, harusnya rekomendasi dari KPK dan PPATK tetap harus menjadi pegangan Jokowi-JK dalam menentukan para pembantunya. Jangan dilupakan juga rekomendasi dari Komnas HAM agar tokoh-tokoh nasional yang lekat dengan pelanggaran HAM, juga menjadi pertimbangan utama bagi Jokowi untuk mencoret kandidat dari daftar menteri," ujar Ari Junaedi.

Menurut pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini, masih bercokolnya nama Rini Soewandi, Basuki Hadimulyono, dan Susi Pujiastuti dinilai tidak "pas" baik dari sisi kapasitas, usia, kesehatan, jejak rekam serta moral.

"Sayangnya nama-nama yang potensial  seperti TB Hasanuddin sebagai Menteri Pertahanan, Gde Pradnyana sebagai Menteri ESDM, Hermanto Dardak sebagai Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Pramono Anung selaku Menteri Sekretaris Negara dan Teras Narang sebagai Menteri Hukum dan HAM malah didrop dan dieliminasi," ujarnya.

Sosok TB Hasanuddin yang membantu sejak ikut mempromosikan nama Jokowi dari Surakarta ke Jakarta lalu membantu "habis-habisan" di Jawa Barat ternyata dibuang dari ingatan Jokowi dan PDI Perjuangan.

"Saya khawatir, relawan dan struktur PDIP yang ikut menghantarkan kemenangan Jokowi-JK yang tidak dihargai akan keluar dari partai. Padahal sosok-sosok tersebut selain berjasa, juga punya kapasitas dan kapabilitas.

"Dalam politik pun, ada punishment dan reward. Sayangnya mereka tidak mendapat reward," sesal Ari Junaedi yang juga pengajar Program Pascasarjana di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya