Berita

foto:net

Politik

Anies Baswedan: Kita Harus Bisa Semua Tugas

MINGGU, 26 OKTOBER 2014 | 05:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada pengubahan nomenklatur bidang pendidikan di kabinet Jokowi, yaitu Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Kemenbud-Dikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikti-Ristek).

Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan yang selama ini aktif sebagai staf Rumah Transisi Jokowi menjadi kandidat kuat menempati pos Menbud-Dikdasmen. Anies dinilai cocok menjadi pemimpin urusan pendidikan nasional, karena dianggap tokoh muda dengan segudang inovasi, seperti program Indonesia Mengajar.

Namun begitu, Anies masih belum menanggapi serius rumor penunjukannya sebagai Menbud-Dikdasmen. Terkait dengan intensitas pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Anies mengatakan bahwa banyak hal yang menjadi topik pembicaraan. Selain urusan pendidikan, juga ada sektor pertanian, bidang perempuan, serta perlindungan anak.


’’Kita harus bisa tugas apa pun,’’ katanya terkait dengan posisi Menbud-Dikdasmen kepada wartawan di Jakarta (Sabtu, 25/10).

Lebih lanjut, Anies menyebut proses pengumuman kabinet Presiden Jokowi yang membutuhkan waktu lama merupakan proses politik yang bersejarah karena harus ditambah dengan seleksi integritas dari KPK.

’’Ini adalah sejarah Indonesia yang lebih bersih, jika orang-orang yang nanti bekerja untuk kepentingan publik statusnya clear,’’ jelasnya seperti dikutip JPNN.  [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya