Berita

foto:net

Politik

JK: Hendropriyono dan Budi Gunawan Tidak Mau Masuk Kabinet

MINGGU, 26 OKTOBER 2014 | 04:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hari ini (Minggu, 26/10), Presiden Joko Widodo akan mengumumkan nama menteri yang akan mengisi kabinetnya. Untuk kemudian nama-nama itu akan dilantik resmi menjadi menteri hari senin (27/10)..

Kabar beredar menyebutkan bahwa kabinet akan diisi oleh orang-orang yang terlibat dalam kejahatan Hak Asasi Manusia. Seperti Hendropriyono, Wiranto, Budi Gunawan, dan Ryamirzard Racudu. Bahkan Kontras dalam rilisnya terang-terangan menolak Wiranto dan Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai menteri.

Menurut kontras, Wiranto terlibat kasus Trisakti, Semanggi, dan Timor Leste. Sementara Ryamizard dikaitkan dengan dukungan secara tidak langsung terhadap tindakan pelanggaran HAM dan demokrasi dalam kasus pembunuhan Dortheys Hiyo Eluay di Papua pada 2003 lalu.


Wakil Presiden Jusuf Kalla menampik hal itu. Ia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa menilai secara demokratis calon menteri yang dipilih. Sehingga bisa memilah siapa yang benar terlibat HAM atau hanya sekadar diisukan. Terlebih, lanjut JK, kasus HAM sudah banyak yang diselesaikan dalam pengadilan.

"Kan sudah banyak yang selesai. Baik dalam pengadilan dan pembuktiannya," jelasnya di Jakarta (Sabtu, 25/10).

Sementara terkait nama-nama seperti Hendropriyono dan Budi Gunawan, JK menjelaskan bahwa keduanya tidak mau ke dalam kabinet trisakti.

"Beliau tidak mau masuk ke dalam kabinet," tandsanya seperti dilansir JPNN. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya