Berita

jokowi-jk/net

Jokowi-JK Harus Ingat, Kabinet Kompromi Hanya Menghasilkan 'Burukrasi'

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 19:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden Jokowi belum terlambat membentuk kabinet sesuai dengan harapan publik. Dan hal penting yang harus diingat Jokowi-JK adalah bahwa kepercayaan dan dukungan publik terhadap pemerintahan sangat ditentukan oleh komposisi kabinet mendatang.

"Mahasiswa tidak mau dukung mendukung soal siapa yang pantas di kabinet, intinya, kabinet kompromi hanya akan menghasilkan 'burukrasi' bukan birokrasi," kata Jurubicara Koalisi Mahasiswa UIN (KMU), Sintia Aulia Rahmah, beberapa saat lalu (Sabtu, 25/10).

"Burukrasi" tersebut, menurut Sintia berakibat pada pelayanan publik, karena akan lebih banyak didominasi oleh konflik elit daripada kerja riil seperti yang sering digembor-gemborkan oleh Presiden Jokowi saat kampanye pilpres lalu.


Selain itu, ia mengaku memiliki tiga resep khusus untuk Presiden agar terhindar dari "burukrasi" dalam menjalankan pemerintahannya nanti.

Pertama, Presiden harus menyusun kabinet berdasarkan rekam jejak bukan hasil kompromi koalisi. "Janji membentuk zaken kabinet sudah terlanjur kadaluarsa, harapan terakhir yang penting bukan kompromi antar elit koalisi," jelasnya.

Resep kedua, menurut Sintia adalah tidak mendaur ulang kabinet, dengan memasukan orang-orang orde baru. Ketiga, rekam jejak calon menteri harus dinyatakan clear oleh lembaga hukum.

"Tiga resep itu kalo dilaksanakan secara konsisten akan membuat kabinet Jokowi-JK kedepannya tahan masuk angin, kami tidak ingin ditengah jalan menteri jadi tersangka korupsi dan lain-lain," pungkas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam tersebut. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya