Berita

Jokowi Harus Seimbangkan Pembangunan Antar Daerah

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 17:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain ingin menjadikan laut sebagai halaman depan Indonesia dengan semangat Cakrawarti Samudera, Presiden Jokowi juga dituntut rakyat untuk mewujudkan sembilan program kerja Nawacita. Diantaranya adalah keseimbangan pembangunan antar daerah yang selama ini memiliki ketimpangan yang besar.

Pakar transportasi ekonomi, Hermanto Dardak, mengakui ketersedian infrastruktur menjadi kunci keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK guna mengatasi pengembangan daerah-daerah yang relatif tertinggal seperti di Kawasan Timur Indonesia, koridor barat Sumatera dan Selatan Jawa.

"Untuk mendorong pembangunan perdesaan, desentralisasi jasa dan industri terapan melalui pengembangan kawasan agropolitan yang nantinya menjadi embrio perkotaan yang lebih terstruktur," ujar pemegang predikat distinction dari University of New South Wales, Sydney, Australia ini, beberapa saat lalu (Santu, 25/10).


Menurut mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum di era kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini, poros pengembangan ekonomi harusnya harusnya difokuskan pada pembangunan infrastruktur.

Antara lain, jelasnya, pelabuhan laut dengan menetapkan pelabuhan hubungan internasional, penentuan rute pelayaran yang efektif dan dan kompatibel dengan alur pelayaran internasional dan pengembangan sarana pendukung seperti galangan kapal, pengebamnbangan tenaga listrik dan sumber daya energi serta jaringan jalan bebas hambatan serta jalan raya yang memiliki akses tinggi di sepanjang koridor dan ke pelabuhan internasional.

"Jangan pernah bermimpi lagi soal poros maritim. Kini saatnya kita menjadikan laut sebagai halaman depan rumah kita. Jadikan laut senbagai sebuah kesatuan tata ruang pembangunan nasional," demikian penerima penghargaan Honorary Fellow dari The Asean Federation of Engineering Organization. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya