Berita

andi sinulingga/net

Poros Muda Golkar: Dukungan Besar pada ARB untuk Maju Lagi Cuma Klaim Lalu Mara Saja

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 15:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Dinamika di internal Partai Golkar, terutama perang wacana kader-kader Golkar, terus berlanjut. Tanggapan atas pernyataan Wakil Sekjen Golkar yang juga Jurubicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa, beberapa waktu lalu, masih menuai serangan balik.

Lalu Mara mengatakan kelompok poros muda Golkar yang menggugat masa kepemimpinan Aburizal Bakrie hanya bermodalkan air liur saja, sebab cuma bisa menggelar jumpa pers tanpa ada kesanggupan untuk mengusung calon ketua umum Golkar baru dengan mengunjungi daerah-daerah.

Menurut Jurubicara Poros Muda Golkar, Andi Harianto Sinulingga, Lalu Mara perlu mengerti bahwa air liur itu adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri.


"Kan air liur itu juga jadi modalnya Lalu Mara. Sebagai jubir ARB, lalu mara tentu harus berhati-hati bicara, karena buruknya kualitas komunikasi Lalu Mara itu akan dipandang sebagai wajah buruk ARB. Karena itu Lalu Mara harusnya bisa membedakan mana substansi dan mana masalah personal. Memang diperlukan kecerdasan untuk itu," kata Andi Sinulingga kepada RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 25/10).

Andi menegaskan, Ia tidak akan melarang-larang agar ARB maju kembali karena itu hak ARB dan tidak ada larangan juga. Namun, apa yang dikatakan Lalu Mara bahwa ada kekuatan besar yang mendorong agar ARB maju lagi itu cuma klaim dan isapan jempol belaka.

"Tidak benar begitu, silent majority di Golkar berharap perubahan dan kepemimpinan yang baru, kepemimpinan yang lebih fresh, cerdas, egaliter tidak elitis, orang muda yang energik, paham beroganisasi sebagaimana layaknya aktivis, dan yang terpenting tidak punya bercak-bercak masalah. Golkar ke depan tidak bisa lagi disandra oleh masalah pribadi pemimpinnya, karena itu akan sangat berpengaruh kepada citra partai," jelas Andi.

Dengan segala hormat kepada ARB, Andi yakin, sulit untuk mengatakan kepemimpinan ARB suskses sebagaimana amanat Munas terkait catur sukses Partai Golkar. Dan kegagalan utama kepemimpinan ARB adalah penggunaan sistem matriks yang cenderung berorientasi pada hasil dan mengabaikan proses.

"Akibatnya adalah, proses berorganisasi hilang, hasilpun tidak didapat. Beliau lupa bahwa dalam organisasi politik, proses itu sangat penting, karena itulah mekanisme organisasi diatur secara sistematis," demikian Andi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya