Berita

bung karno/net

Politik

Jokowi-JK Harus Ingat Konsekuensi dari "Menjual" Slogan Bung Karno!

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 13:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dengan mencermati nama-nama yang sementara ini dicalonkan ke dalam bursa menteri kabinet Jokowi-JK, bisa dipastikan sembilan program prioritas (Nawacita) khususnya kedaulatan pangan dan energi mustahil tercapai.  

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, calon menteri harus mampu mengejawantahkan Trisakti Bung Karno dalam sektor pangan dan energi. Hal itulah yang terdengar selama "jualan" Jokowi-JK selama masa sebelum Pilpres lalu.

"Syarat calon menteri tidak hanya cukup bebas korupsi, tapi harus paham Trisakti Bung Karno sehingga Nawacita Jokowi-JK bisa diwujudkan," kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, kepada wartawan, Sabtu (25/10).


Contohnya, di sektor pangan. Bila menterinya bebas korupsi dan menjadikan Trisakti Bung Karno sebagai dasar nilai kerja kementerian, maka Indonesia akan swasembada pangan. Petani juga akan menjadi pelaku ekonomi dan ditargetkan dalam tempo sekian tahun petani akan menjadi kelompok ekonomi menengah.

"Tapi bila menteri pangan itu cuma memenuhi klasifikasi bebas korupsi, maka Indonesia belum tentu mencapai kedaulatan pangan. Malah impor pangan akan menjadi kebiasaan, dengan penekanan adalah yang penting si menteri tidak korupsi. Begitu juga di sektor energi," ujarnya.

GMNI mengingatkan, bila Jokowi ingin mewujudkan Trisakti Bung Karno dan Nawacita khususnya di ekonomi, pangan, dan energi maka syarat mutlak calon menterinya adalah harus memahami Trisakti Bung Karno. Dengan itu dipastikan menteri bersangkutan memiliki patriotisme di sektor pangan, energi dan ekonomi. Syarat berikutnya barulah rekam jejak yang baik, bebas korupsi, kompeten dan memiliki integritas.

"Semoga Pak Jokowi-JK memahami konsekuensi menjadikan Trisakti Bung Karno sebagai tema utama visi misi saat kampanye pilpres yang lalu," harap Twedy. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya