Berita

natalius pigai/net

Politik

Dianggap Mewakili Papua, Natalius Pigai Tidak Mau Dahului Jokowi

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 12:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai, irit bicara menanggapi rumor pencalonan dirinya sebagai menteri kabinet Joko Widodod-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Selain karena belum ada panggilan resmi, dia juga menyerahkan sepenuhnya urusan itu kepada Presiden Jokowi.

"Kalau soal itu, saya tidak mau mendahului Pak Jokowi. Sepenuhnya kita serahkan saja ke Beliau. Beliau sepenuhnya sudah tahu siapa orang-orang yang cocok untuk berada di samping Beliau," ujar Natalius kepada wartawan, Sabtu (25/10).


Sebagai tokoh yang mewakili masyarakat Papua, Pigai sempat santer diprediksi menduduki salah satu kursi menteri. Di internal Komnas HAM sendiri sudah membicarakan hal pencalonannya. Sumber di internal Komnas HAM menyatakan sudah ada komunikasi dari beberapa pengurus partai di Koalisi Indonesia Hebat terkait masuknya nama Pigai dalam bursa menteri Jokowi.

Bukan cuma dari internal Komnas HAM, nama Pigai juga selama ini dibahas di internal tim pendukung Jokowi-JK. Selain karena kemampuan intelektual dan kompetensi yang dinilai mampu, Natalis juga disebut sebagai representasi rakyat Papua.

"Nama Natalius Pigai memang masuk bersama beberapa nama lain. Cuma siapa yang masuk kita sendiri tidak tahu. Kita tunggu saja bagaimana Pak Jokowi mengumumkan. Beliau pasti tahu siapa yang bisa berbicara atas nama warga Papua dan membawa kepentingan mereka," ujar eks anggota Tim Transisi Pokja Papua, Hironimus Hilapok.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Komaruddin Watubun menyerahkan sepenuhnya nama menteri kepada Jokowi. Termasuk nama kandidat asal Papua yang dinilai cocok.

Natalius Pigai adalah sarjana Ilmu Pemerintahan dengan spesialisasi pemerintahan desa dari Sekolah Pembangunan Masyarakat Desa, Yogyakarta. Ia memiliki pengalaman di birokrasi pemerintahan selama 15 tahun sebagai Staf Khusus Menteri Transmigrasi. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya