Berita

ilustrasi/net

Politik

Front Nasional Pengawal Jokowi Akan Geruduk Istana Presiden

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 11:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Beredar kabar tentang rencana aksi massa dari Front Nasional Pengawal Jokowi dan Trisakti di depan Istana Negara, Jakarta, siang nanti.

Massa akan menyuarakan dukungan kepada Jokowi agar berani menendang keluar deretan kandidat menteri kabinet, yang mereka istilahkan sebagai "para begundal" yang cuma mengejar kekuasaan, para mafia, kapitalis dan kaum neoliberal yang menghisap kekayaan alam Indonesia.

"Kami khawatir, agenda mewujudkan Trisakti sulit terwujud apabila kabinet diisi oleh orang yang tidak memahami prinsip dan nilai-nilai Trisakti," tulis kelompok itu dalam sebaran undangannya kepada pers, Sabtu (25/10).


Saat dikonfimasi , jurubicara aksi, Angga, memastikan sekitar 70 orang dari Front Nasional Pengawal Jokowi dan Trisakti akan berada di depan Istana sekitar pukul 14.00 WIB nanti menagih konsistensi Jokowi-JK mewujudkan Indonesia yang lebih baik, adil dan sejahtera. Pihaknya menilai, niat dan janji Jokowi melaksanakan visi misi dan Nawa Cita yang berlandaskan Trisakti, adalah janji suci yang harus didukung. Janji itu mampu membangkitkan semangat dan kepercayaan rakyat yang sempat memudar.

Namun, dalam perkembangan terakhir khususnya dalam penyusunan kabinet, telah menunjukkan gejala yang jauh dari nilai-nilai Trisakti. Pasalnya, dari 43 nama calon menteri yang diserahkan Jokowi ke KPK, tidak kurang dari 15 nama yang diduga berpotensi terlibat korupsi. Bahkan, delapan  dari lima belas nama mendapat rapor merah dari KPK.

Dinamika pembentukan kabinet juga diwarnai tarik menarik antar kelompok kepentingan yang jauh dari kepentingan rakyat. Meski demikian, ungkap pihaknya, sejatinya rakyat meyakini bahwa Jokowi ingin menyusun kabinet yang sesuai dengan harapan rakyat.

"Rakyat juga merasakan denyut nadi Jokowi ingin menegakkan Trisakti. Tetapi kami melihat, Jokowi telah dikepung oleh berbagai kelompok kepentingan yang haus kekuasaan dan kepentingan kapital," jelasnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya