Berita

jookwi-jk/net

Politik

NCID: Jokowi Diganti JK, Lebih Cepat Lebih Baik untuk Indonesia

JUMAT, 24 OKTOBER 2014 | 13:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perbedaan karakter antara Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) kemungkinan mempengaruhi kinerja pemerintahan mereka.

Sosok JK yang terkenal cekatan dalam mengambil keputusan sangat berbeda dengan Jokowi yang selalu plin-plan. Sosok JK yang sarat pengalaman di pemerintahan, diprediksi akan mendominasi jalannya roda pemerintahan.

"Meskipun pemerintahan belum sepenuhnya aktif, namun fakta bahwa JK lebih memilih berkantor di Istana Presiden bukan di Istana Wakil Presiden mengisyaratkan keberhasilan maupun kegagalan pemerintahan Jokowi-JK bergantung sepenuhnya pada JK," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, kepada wartawan, Jumat (24/10).
 

 
Jajat menilai, Jokowi yang tersandera partai jadi sulit bergerak secara bebas dalam menentukan setiap kebijakan. Sangat berbeda dengan sosok JK yang tidak terikat secara langsung dengan partai-partai yang ikut mengusungnya. Bahkan bisa saja Jokowi hanya akan diberikan tugas-tugas mudah seperti menghadiri acara seremonial kenegaraan ataupun "blusukan".

"Mempunyai peran yang sangat besar serta didorong pengalaman yang cukup mumpuni, sosok JK memang lebih cocok berkantor di Istana Presiden bukan di Istana Wakil Presiden, supaya pemerintahan yang baru dapat berjalan lebih cepat dan lebih baik," terangnya.

Fenomena ini, lanjutnya, mirip seperti yang terjadi di DKI Jakarta ketika masih dipimpin Jokowi-Ahok. Di mana Ahok selaku wakil gubernur banyak bekerja, sedangkan Jokowi ditugaskan menjaga citra karena kapabilitasnya memang hanya cukup untuk itu. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya