Bisa disimpulkan sejauh ini bahwa manajemen Presiden Joko Widodo payah. Lihat saja betapa bimbangnya Jokowi menentukan susunan kabinet padahal memiliki hak istimewa sebagai kepala negara.
"Manajemen Presiden Jokowi payah," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Chandra Tirta Wijaya, kepada , Jumat pagi (24/10).
Menurut Chandra, Jokowi tidak banyak melibatkan partainya (PDI Perjuangan) di masa awal pemerintahannya ini. Menurut dia, Jokowi punya waktu banyak untuk merekrut para pembantunya (menteri). Dan semestinya proses penjaringan lewat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelijen Negara (BIN), Komnas HAM dan lain-lain dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum dia dilantik sebagai presiden.
"Sebetulnya bisa dengan cara dicicil untuk nama-nama yang direkomendasi," ujar insiator Pansus Century di DPR periode lalu ini .
Namun dia tidak setuju pandangan banyak pihak yang menilai Jokowi sedang menggunakan taktik "nabok nyilih tangan", alias memakai tangan KPK Cs untuk menyingkirkan nama-nama yang direkomendasikan timnya untuk menjadi menteri.
"Tidak begitu. Memang dia tidak mengerti manajemen pemerintahan saja," tegas politisi yang biasa disapa Acay ini.
Dengan minimnya pemahaman manajemen pemerintahan yang dimiliki Jokowi, dia akui stabilitas pemerintahan akan terganggu. Dia mengajak semua orang mendoakan pemerintahan Jookwi-JK bisa menyelesaikan satu periodenya.
"Kita doakan pemerintahan Jokowi tetap bertahan satu periode. Pak Jokowi harus lebih banyak belajar dan berpikir. Beliau sekarang sudah jadi presiden, maka segala sesuatu dipertimbangkan dengan baik," tambahnya.
[ald]