Berita

Politik

Chandra Tirta Wijaya: Kemampuan Manajemen Presiden Jokowi Payah!

JUMAT, 24 OKTOBER 2014 | 11:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bisa disimpulkan sejauh ini bahwa manajemen Presiden Joko Widodo payah. Lihat saja betapa bimbangnya Jokowi menentukan susunan kabinet padahal memiliki hak istimewa sebagai kepala negara.
 
"Manajemen Presiden Jokowi payah," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Chandra Tirta Wijaya, kepada , Jumat pagi (24/10).

Menurut Chandra, Jokowi tidak banyak melibatkan partainya (PDI Perjuangan) di masa awal pemerintahannya ini. Menurut dia, Jokowi punya waktu banyak untuk merekrut para pembantunya (menteri). Dan semestinya proses penjaringan lewat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelijen Negara (BIN), Komnas HAM dan lain-lain dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum dia dilantik sebagai presiden.


"Sebetulnya bisa dengan cara dicicil untuk nama-nama yang direkomendasi," ujar insiator Pansus Century di DPR periode lalu ini .

Namun dia tidak setuju pandangan banyak pihak yang menilai Jokowi sedang menggunakan taktik "nabok nyilih tangan", alias memakai tangan KPK Cs untuk menyingkirkan nama-nama yang direkomendasikan timnya untuk menjadi menteri.

"Tidak begitu. Memang dia tidak mengerti manajemen pemerintahan saja," tegas politisi yang biasa disapa Acay ini.

Dengan minimnya pemahaman manajemen pemerintahan yang dimiliki Jokowi, dia akui stabilitas pemerintahan akan terganggu. Dia mengajak semua orang mendoakan pemerintahan Jookwi-JK bisa menyelesaikan satu periodenya.

"Kita doakan pemerintahan Jokowi tetap bertahan satu periode. Pak Jokowi harus lebih banyak belajar dan berpikir. Beliau sekarang sudah jadi presiden, maka segala sesuatu dipertimbangkan dengan baik," tambahnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya