Berita

fadjroel rachman/net

Politik

Fadjroel Rachman Dinilai Pantas Jadi Jurubicara Istana

JUMAT, 24 OKTOBER 2014 | 08:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Kalangan praktisi media digital menjagokan Fadjroel Rachman untuk ditempatkan sebagai jurubicara istana yang mendampingi Presiden Joko Widodo.

Keberadaan seorang jurubicara resmi di tengah situasi transisi seperti ini dinilai sangat penting karena dapat mengurangi berbagai spekulasi yang tidak produktif dan mengganggu konsentrasi pemerintahan Jokowi.

Demikian pandangan Ketua Umum Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) Adam WH yang disampaikan dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.


Menurutnya, Fadjroel Rachman yang memiliki jaringan cukup luas baik di kalangan media maupun aktivis pantas dipasang untuk memperkuat tim Istana.

“Fadjroel bukan orang asing bagi Pak Jokowi. Dia membantu Pak Jokowi sejak lama, dan memahami pikiran-pikiran kunci Pak Jokowi,” ujar Adam WH.

Masih kata Adam WH, kekuatan Fadjroel juga terletak pada kepiawaian menggunakan new media atau social media dalam menjalin komunikasi dengan publik.

“Dia akan menjadi jurubicara yang efektif dalam menyampaikan program-program pemerintah,” kata Adam WH lagi.

Sejauh ini Jokowi belum menunjuk jurubicara pemerintah. Kekosongan posisi jurubicara itu membuat kalangan media sulit mendapatkan sumber informasi yang kredibel dan dapat dipercaya dari dalam Istana. Akibatnya, kerap terjadi kesimpang-siuran informasi. Jadi, semakin cepat kekosongan ini diisi, semakin baik.

Dalam beberapa kesempatan, jurnalis meminta pernyataan dari Andi Widjajanto, mantan deputi dalam tim transisi yang dipimpin Rini Soemarno.

Menurut hemat Adam WH, ada baiknya dan sepatutnya tugas jurubicara dan tugas membangun komposisi kabinet tidak dicampuradukkan.

“Praktik komunikasi modern mengharuskan kehadiran seorang jurubicara yang punya jam terbang tinggi dalam membangun komunikasi dengan berbagai kalangan melalui berbagai saluran media yang tersedia. Fadjroel melakukan itu sejak lama,” demikian Adam WH. [ysa] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya