Berita

BUMD Ingin Punya Menteri Sendiri

JUMAT, 24 OKTOBER 2014 | 00:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Induk struktur kementerian antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbeda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Jika BUMN ownership asset management dipegang oleh Kementerian Keuangan dan pengelolaan lembaga usaha dibina oleh Kementerian BUMN. Maka di BUMD kedua tuga itu dipegang oleh Kementerian Dalam Negeri.

"Jadi sering ada miss persepsi. Mengapa BUMD itu pengelolaannya, mulai dari status pegawai hingga pola pengambilan keputusan, masih kayak ngelola pemerintahan? Mungkin karena basisnya itu," ujar  Sekjen Badan Kerjasama Badan Usaha Milik Daerah Seluruh Indonesia (BKSBUMD-SI) A. Syauqi saat bertemu di Plasa Senayan, Jakarta (Kamis, 23/10).


Syauqi berharap agar masalah ini menemui titik terang. Pasalnya, jika ingin berkoordinasi dengan DPR maka yang ditemui bukan komisi yang membawahi ekonomi perindustruan atau perdagangan. Tapi justru disuruh bertemu dengan komisi yang membawahi pemerintahan daerah politik.

"Sementara di eksekutif, kalau kita ingin koordinasi dengan menteri perdagangan tidak bisa karena menko kami bukan Menko Perekonomian, tapi menkopolhukam," tambah Syauqi.

Maka dari itu, BKSBUMD-SI berharap agar di pemerintahan mendatang ada menteri BUMD. Tujuannya, agar BUMD lebih terurus, sehingga bisa bersaing pada Masyarakar Ekonomi Asean (MEA) 2015. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya