Berita

Banjir Mengancam, Prajurit Kostrad Bantu Warga Bangun Turap

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 11:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tidak hanya pemukiman warga di wilayah hilir yang terancam banjir maupun terpapar genangan, buruknya kondisi sanitasi pada wilayah hulu sungai pun terancam tergenang banjir saat ini.

Kondisi tersebut terlihat di sepanjang aliran Kali Krukut, tepatnya sisi Jalan Raya Moh Kahfi 2, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejumlah titik Jalan Raya Moh Kahfi 2 maupun permukiman warga menjadi lokasi rawan genangan, akibat rusak atau tidak terbangunnya turap di beberapa titik Kali Mampang.

Kondisi tersebut pun kian dikhawatirkan warga. Pasalnya, menurut data statistik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diketahui bahwa musim penghujan di wilayah Selatan Jakarta, seperti Bogor, akan mencapai titik tertinggi pada awal bulan November 2014 mendatang.


Menurut warga, jalan di sekitar Kali Mampang sering banjir karena tidak ada turap. Jalanan jadi cepet rusak, banjir dan akibatnya kerap terjadi kecelakaan. Namun, keluhan maupun permintaan warga terkait perbaikan turap yang sering disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrembang) tidak kunjung direalisasikan. Pemkot Jakarta Selatan lanjutnya, berkilah kalau perbaikan maupun perawatan Kali Mampang merupakan tanggungjawab Dinas PU DKI Jakarta.

Acungan jempol tinggi patut diberikan kepada peran aktif prajurit Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) yang secara langsung membangun turap secara swadaya bersama warga RT 02/08 dan RT 11/8, Srengseng Sawah, Jagakarsa. Tanpa dikomando atau dimintai bantuan, warga pro-aktif membantu para anggota Kostrad guna mempercepat proses pembangunan turap yang rencananya akan dibangun satu kilometer sepanjang Kali Mampang.

"Kalo begini, saya salut, nggak pake basa-basi, langsung dikerjain. Kita warga juga nggak ngerasa berat ngasih bantuan, soalnya kan buat kepentingan bersama," jelas David (28) warga RT 02/08 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kali Krukut yang bersumber dari Situ Citayam yang mengalir sepanjang 40 kilometer hingga bermuara ke Kali Ciliwung itu kondisinya kian memprihatinkan. Karena tidak hanya menyempit akibat desakan permukiman warga, kondisi kumuh dan dangkal akibat banyaknya sampah menyebabkan kerawanan banjir semakin besar.

"Pembangunan turap sepanjang satu kilometer ini sudah berjalan sejak tanggal 2 Oktober lalu. Ini adalah program karya bakti TNI bersama warga, khususnya untuk mengantisipasi musim penghujan," jelas Perwira Pembantu Madya Kostrad, Letkol Infanteri Momon, dalam rilis Kostrad yang diterima redaksi.

Letkol Inf Momon juga menceritakan bahwa pembangunan turap tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme tata air. Tidak hanya itu, program bersih kali pun rencananya akan dilakukan pihaknya bersama warga serta sebanyak 200 anggota Kostrad agar masyarakat DKI Jakarta dapat terhindar dari musibah banjir.

"Program ini akan kita lakukan sampai bulan Desember mendatang, mulai dari titik RT 02/08 Srengseng Sawah sampai RT 11/08 Srengseng Sawah, pembangunan turap difokuskan pada titik yang belum terpasang atau perbaikan pada turap jebol,'' jelasnya.

Dia pun berharap agar masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di badan umum maupun bantaran kali. Pasalnya, penyebab banjir selama ini juga berasal dari prilaku menyimpang warga, yang gemar membuang sampah sembarangan. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya