Berita

ilustrasi/net

Politik

Akademisi: Jokowi, Tidak Ada Tri Sakti Rasa Neoliberalisme!

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 11:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan konsep Tri Sakti, yang salah satunya kemandirian ekonomi, sekali lagi dipertanyakan. Jokowi diprotes karena "terendus" memberi ruang bagi kelompok berpaham neoliberalisme di kementerian ekonomi.

Akademisi dari Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) Jakarta, Lukman Hakim, S.sos, M.si, mengatakan, kemandirian Ekonomi hanya jadi jargon belaka jika Tri Sakti rasa Neo Liberal.

"Jangan berkhayal Konsep Tri Sakti dapat dikolaborasikan dengan neoliberalisme," kata dosen yang dulunya aktivis 98 itu kepada wartawan, Kamis (23/10).


Mengutip pernyataan Bung Karno, lanjut Lukman, neoliberalisme adalah bentuk penjajahan baru yang digunakan kaum imperialis. Jika Jokowi benar-benar ingin menyelamatkan bangsa, maka jangan mengakomodir agen-agennya masuk dalam kabinet.

Dia pastikan pemerintahan Jokowi-JK akan berjalan terseok-seok jika kelompok "neolib" bercokol. Jokowi tidak boleh gentar menghadapi tekanan kelompok itu karena dukungan rakyat masih sangat besar kepadanya.

"Kini saatnya bersama-sama dengan rakyat melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan," pungkasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya