Berita

net

As'ad Said Ali Dinilai Pantas Jadi Kepala BIN

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 16:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk menempati posisi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tak penting lagi sipil atau militer. Lebih-lebih, sebagai badan publik dan sipil, BIN harus bermertamorfosis dengan tetap berpegang pada UU Intelijen Negara.

Demikian disampaikan Direktur Lembaga Kajian Stratejik Indonesia (LKSI), Muhammad Nasir. Menurut Nasir, dikotomi militer-sipil dalam negara demokrasi sudah tidak penting lagi, sebab dalam sejarah pergantian kepala BIN tidak ada militer aktif karena sudah pensiun dan statusnya menjadi sipil.

"Kepala BIN adalah pejabat publik, sehingga bila ada pergantian maka sebaiknya bukan berasal dari internal BIN. Persyaratan pejabat publik memang seperti itu bukan pejabat karir,” ungkap Nasir beberapa saat lalu (Rabu, 22/10).


Nasir sendiri menilai Dr. As'ad Said Ali memiliki pengalaman yang kuat di dunia internasional, dan pantas menjadi Kepala BIN. As'ad misalnya pernah bertugas di Timur Tengah cukup lama seperti Arab Saudi, Yordan, Syuriah, Lebanon serta di Amerika Serikat. As'ad mulai Masuk ke BAKINejak tahun 1982-1999, dan sejak 2001 menjabat sebagai Wakil Kepala BIN selama 9 tahun era Presiden Abdurahman, Presiden Megawati dan Presiden SBY.

Namun demikian, Nasir mengembalikan persoalan ini kepada Presiden sebagai pemegang hak preogratif. Sekarang tergantung Presiden melihat peran BIN ke depan, apakah berorientasi ke dalam atau keluar, atau bisa juga kombinasi keduanya di tengah arus globalisasi yang begitu cepat dan kondisi yang unpredictable.

"Menyongsong 2014-2019. As'ad yang memiliki segudang pengalaman dalam bidang intelijen layak untuk menduduki posisi Kepala BIN. Presiden harus menunjuk orang yang benar-benar mampu karena BIN itu lembga sipil sebaiknya dipimpin oleh orang sipil,” demikian Nasir. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya