Berita

Politik

Nasdem Tolak Hadiri Sidang Paripurna

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 14:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sore ini (Rabu, 22/10), DPR akan menggelar rapat paripurna dengan agenda melanjutkan rapat paripurna tanggal 21 Oktober 2014. Namun begitu, Partai Nasdem menolak untuk hadir dalam rapat tersebut.

Menurut jurubicara Nasdem, Zulfan Lindan ada beberapa alasan mengapa partainya tidak hadir. Kata dia, proses pari purna harus diawalai pertemuan dan rapat konsultasi fraksi karena itu berkaitan dengan pengganti Badan Musyawarah.

"Jadi kalau misalnya pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat seperti paripurna berjalan sendiri tanpa arah tanpa alasan yang kuat tentu kami tidak bisa hadir," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung DPR (Rabu, 22/10).


Tidak hanya itu, menurut dia, jika rapat paripurna ini melanjutkan paripurna kelima maka itu tidak sah. Pasalnya rapat paripurna dengan agenda menyerahkan nama-nama komisi oleh fraksi itu telah ditutup oleh Taufik Kurniawan, yang saat itu menjadi pimpinan sidang.

"Kami sampaikan bahwa rapat paripurna kelima telah ditutup karenanya tidak ada lanjutan rapat paripurna," tambahnya.

Zulfan mengaku bahwa saat ini Nasdem masih menunggu nomenklatur dari pemerintah sebelum menyerahkan nama-nama komisi.

"Kalau kita buru-buru bentuk komisi, yang ada nanti ada perubahan lagi, kita minta menunggu satu dua hari lah," tandasnya.

Namun begitu, Zulfan menegaskan sikap Nasdem ini diambil sepihak dan bukan arahan dari Koalisi Indonesia Hebat.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya