Berita

ilustrasi/net

Politik

Mau Cepat atau Lambat, Jokowi Wajib Membalas Dukungan Rakyat dengan Kabinet Bersih

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 12:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam pembentukan kabinet dari rezim ke rezim, berbagai kepentingan timpa-menimpa. Parpol-parpol, kelompok-kelompok kepentingan, atau bahkan individu-individu saling lipat-melipat.

"Tetapi apapun, pokok soalnya bukan cepat atau lambat," terang pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima Indonesia), Ray Rangkuti, kepada wartawan, Rabu (23/10).

Ia memahami kesulitan Presiden Joko Widodo. Sebab, setidaknya ada enam sumber masukan yang mesti diperhatikannya. Di dalamnya, berbagai kepentingan timpa-menimpa. Itulah mengapa dalam dua hari terakhir pengumuman susunan kabinet seperti mandek, khususnya terkait posisi kementerian strategis, yaitu kementerian yang berkaitan ekonomi dan berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat


"Cepat belum tentu menunjukan kematangan. Sebaliknya lambat belum tentu menunjukan kegamangan. Bak pepatah lama, biar lambat asal selamat," ujarnya.

Yang penting dalam pembentukan kabinet ini menurutnya adalah lambat yang memastikan, bukan lambat yang gamang. Bagi masyarakat tentu tidak peduli nama-nama yang akan masuk, selama memenuhi lima syarat utama.

"Syaratnya bukan mafia, bukan agen neoliberal, bukan koruptor, bukan pelanggar hak asasi manusia, bukan agen masa lalu (orde baru)," urainya.

Ditegaskannya bahwa inilah saat terpenting bagi pemerintahan Jokowi-JK menciptakan negeri bebas mafia, bebas agen kepentingan korporasi dan negara asing. Bebas koruptor, pelanggar HAM dan bersih dari keinginan untuk kembali menarik era ke zaman orba.

"Tentu dimulai dari susunan kabinet. Ini saatnya Jokowi membalas dukungan rakyat kepadanya," ujarnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya