Berita

rizal ramli/net

Jurus Jitu Rizal Ramli agar Jokowi Tetap Didukung Rakyat

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 03:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini, Jokowi sudah mendapat dukungan, simpati dan cinta yang besar dari rakyat. Maka 100 hari kepimpinan Jokowi akan memperlihatkan apakah cinta rakyat kepada Jokowi itu akan bertahan, atau justru berakhir.

Demikian disampaikan ekonom senior Dr. Rizal Ramli. Rizal pun menyarankan Jokowi agar tetap fokus pada Trisaksi, dengan mengeluarkan kebijakan yang pro pada kepentingan rakyat dan kepentingan nasional.

Dalam 100 hari kepemimpinan itu, Rizal menyoroti soal wacana kebijakan menaikkan harga BBM. Rizal mengakui, selama ini ada sekelompok orang yang mau menaikkan harga BBM sebesar Rp 3.000 hingga Rp 3.500, sehingga harga BBM menjadi sekitar Rp 90.000 sampai Rp 10.000.


Rizal mengingatkan, rencana ini justru bisa menimbulkan masalah. Pemerintah bisa dinilai melanggar Kontitusi karena harga ekonomis BBM sendiri sebesar Rp 8.400. Apalagi harga minyak turun dari 100 dolar AS menjadi 80 dolar AS per barel.

"(Pemerintah Jokowi-JK) harus hati-hati," kata Rizal Ramli beberapa saat lalu (Rabu, 22/10).

Sebagai masukan, Rizal Ramli punya jurus jitu dan jalan alternatif untuk mengatasi persoalan ini. Jalan alternatif ini penting, sebab Jokowi-JK juga harus menjaga daya beli sekitar 83 juta pengendara sepeda motor, 3 juta pengguna angkutan umum, dan 2 juta nelayan.

"Pemerintah bisa bikin BBM rakyat, yang oktannya 83. Sehingga yang punya mobil bagus, bila menggunakan BBM rakyat ini maka mesinnya akan mengelitik dan rusak. Otomatis gak bakal ngibul serta nyolong lagi pakai BBM rakyat," jelas Rizal.

Dengan cara ini, Jokowi bisa mendapat dua keuntungan. Pertama, negara bisa diuntungkan minimal Rp 40 triliun dan bisa memperbaiki anggaran. Kedua, dukungan rakyat kepada Jokowi tidak akan berkurang.

Rizal menambahkan, persoalan pemerintahan Jokowi-JK bukan semata masalah APBN belaka. Masalah ke depan, lebih luas dari sekedar persoalan anggaran. Sebab ada quatro deficit yang diwariskan pemerintahan SBY. Yaitu defisit perdagangan, defisit transaksi berjalan yang bisa bikin rupiah anjlok, defisit neraca pembayaran, dan defisit anggaran.

"Defisit ini bisa menggangu fundamental ekonomi," demikian Rizal. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya