Berita

ilustrasi/net

Menteri ESDM Harus Paham Persoalan Energi

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 00:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Usai gegap gempita publik menyambut pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden-wakil presiden baru, ada harapan lain yang diharap dari masyarakat. Susunan kabinet Jokowi-JK diharap berisi sosok-sosok bersih, kompeten serta bisa mengimbangi gerak cepat Jokowi-JK dalam mengurai persoalan berat yang dihadapi bangsa dan negara.

Praktisi industri migas yang juga alumni S3 Universitas Oxford, Gde Pradnyana, mengakui tantangan terbesar pemerintahan Jokowi-JK adalah persoalan energi. Dengan turunnya produksi migas khususnya minyak dan meningkatnya konsumsi energi khususnya BBM maka gap supply-demand energi khususnya minyak akan makin lebar.

Ini, ungkap Gde Pradnyana, membuat subsidi BBM yang dibebankan ke APBN juga makin besar. Untuk mengatasi beban subsidi ini, solusi yang ditempuh pemerintahan sebelumnya adalah menggenjot produksi dan menaikan harga BBM tetapi terbukti kebijakan tersebut tidak menyelesaikan masalah.


"Tahun 2012 pemerintah sudah menaikan harga BBM dari Rp.4500 ke Rp.6500, tapi ternyata beban subsidi tetap saja membengkak. Kemudian pemerintah juga sudah menaikan tarif dasar listrik, tapi tetap saja subsidi listrik membengkak," ujar Gde Pradnyana yang menuntaskan pendidikan S2-nya di Uni. College London dalam bidang teknik lepas pantai beberapa saat lalu (Selasa, 21/10).

Menurut alumni Teknik Sipil ITB ini, karut-marut persoalan subsidi  akan terus berulang selama akar masalahnya tidak ditangani, yaitu masalah konsumsi energi yang berkeadilan. Persoalan di hilir tidak bisa dicarikan solusinya di hulu.

""Kita lihat data bahwa lebih dari 90 persen BBM bersubsidi diserap oleh sektor transportasi. Jadi masalah penyediaan transportasi yang murah menjadi kuncinya. Selama ini masalah transportasi nyaris tanpa perlindungan dari pemerintah dan diserahkan ke swasta," demikian Gde Pradnyana. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya